' '
| | 1.228 kali dibaca

Dumptruck Bermuatan Belasan Ton Bauksit Masih Bebas di Jalan Raya

Mobil Dumtruck bermuatan biji bouksit  di Jalan Raya KM 8-10-6-2013 (5)=

Mobil Dumtruck bermuatan biji bouksit dan alat berat yang diduga untuk menambang melintas di Jalan Raya KM 8, foto diambil 10 Juni 2013 di jalan raya depan RSUP Kepri.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Mekipun telah di demo oleh masyarakat RW 08 Kelurahan Kota Piring Kecamatan Tanjungpinang Timur. Senin (03/06). Namun hingga Senin (10/06) truk-truk yang mengangkut biji bouksit yang diduga milik Andi Cori masih bebas melintasi Jalan raya Daeng Celak di Kilometer 8 atas, tepatnya dibelakang RSUD Provinsi Kepri itu.

Bukan hanya dumtruck yang berkapasitas 6 ton yang melintas, dumptruck bermuatan belasan ton itu kembali melenggang santai melintasi di jalan umum tersebut. Dampaknya, sejumlah jalan yang dilintasi dumtruck hancur dan berlobang.

Diduga aktifitas tambang bauksit illegal berkedok cut and fill ini terjadi Sei Timun, Sei Carang, Tanjung Sebauk dan Tanjung Siambang di wilayah Dompak. Dari informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah pekerja di lapangan. Pemilik penambangan tersebut adalah yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat dan penjabat di kepri ini, Andi Cori, Andi Arif Rate dan Bobot Hasibuan, termasuk Tomi, yang disebut sebagai subkon dari pengusaha tambang biji bouksit yang ada di kota Tanjungpinang.”Yang kelola di sini Bobot, bang, kami hanya pekerja, Yang punya lahan, pak Ramli. Kalau nama perusahaan kami tidak tahu, tanyakan saja sama pak Bobot.”kata sumber yang enggan menyebutkan namanya itu saat di jumpai media ini dilokasi Senggarang Senin(10/06).

Kemudian, salah satu pekerja tersebut, menyarankan awak media ini menjumpai salah satu dari pengurus tambang tersebut.”Jumpai saja salah satu pengurusnya bang, tak ada masalah itu. Banyak wartawan, yang jumpai kok. Tetap dapat duit, tapi saya tidak tahu berapa mereka dapat duit. Yang jelas banyak oknum wartawan yang datang ke salah satu pengurus minta duit. Tapi Kalau tak salah saya, untuk jatah wartawan sudah dikondisikan sama…. Waduh lupa saya namanya. Pokoknya wartawan juga.”sebut sumber itu. Hingga berita ini di tulis, media ini belum berhasil menjumpai nama pihak yang dituding menambang secara illegal itu untuk konfirmasi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 10 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda