' '
| | 896 kali dibaca

Dugaan Korupsi Rehab Rumah di Kampung Melayu, Kejari Telah Terbitkan Sprintug

Kajari Tanjungpinang, SR Nasution SH MH5

Kajari Tanjungpinang, SR Nasution SH MH.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, SR Nasution SH MH telah menerbitkan surat perintah tugas (sprintug) penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek rehab 34 unit rumah di Kampung Melayu Kota Piring. Penyidik Kejaksaan telah memanggil dan memeriksa beberapa orang yang dianggap bertanggungjawab terhadap proyek tahun anggaran (TA) 2013 tersebut.

Kejari Tanjungpinang melalui kepala seksi intelejen (Kasi Intelejen), Siswanto SH dijumpai Radar Kepri pada Kamis ( 29/01) dihalaman kantor Kejari Tanjungpinang mengatakan.”Sprintug sudah ada. Dalam waktu dekat kita akan turun kelapangan.”kata Siswanto SH.

Dengan terbitnya sprintug ini, penyidik mulai melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk menyelidiki indikasi penyimpangan dalam proyek rehab rumah tersebut.”Dalam waktu dekat, kita akan turun kelapangan.”tutup Siswanto SH.

Menyikapi telah berjalannya proses hokum terhadap proyek rehab rumah tersebut, Abdullah Mustafa mengatakan.”Baguslah, biar tahu permainan orang-orang yang terlibat dalam proyek rehab rumah tersebut.”tegasnya.

Menurut Abdullah Mustafa, mencuatnya dugaan korupsi dalam proyek rehab rumah untuk warga Kampung Melayu Kota Piring di Kecamatan Tanjungpinang Timur itu, bisa menjadi pintu masuk bagi Kejaksaan Negeri Tanjungpinang mengungkap kasus proyek rehab rumah bermasalah yang lainnya.

Dalam proyek rehab rumah di Kampung Melayu Kota Piring tersebut, menurut Abdullah Mustafa, ditemukan sejumlah kejanggalan.”Pertama, anggaran sudah cair 100 persen ketika proyek rehab rumah baru selesai 7 unit dari 32. Belakangan, jumlah rumah yang di rehab menjadi 34. Jumlah rumah yang di rehab menjadi 34 ini tentu saja aneh.”katanya.

Kemudian, hingga akhir Januari 2013,”Baru 13 unit rumah yang selesai direhab. Anehnya, ada beberapa rumah tersebut yang di sewakan, alias rumah kos juga ikut di rehab.”ujarnya.

Abdulah Mustafa juga mendapat informasi, sejak mencuatnya kasus dugaan korupsi rehab rumah ini, hubungan antara ketua kelompok (Rais) dengan Umar (mantan RT setempat) memanas.”Kabarnya, Umar marah besar sam Rais sehingga memukul. Tapi untuk kebenaran info tersebut, awak coba cek lagi.”sarannya. Sayangnya, hingga berita ini dimuat, media ini belum berhasil menjumpai Rais dan Umar guna konfirmasi.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sab 01 Feb 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda