' '
| | 1.650 kali dibaca

Dua Oknum Wartawan Ditangkap

KetuaPGRI kota Tanjungpinag, Encik Abdul Hajar.

Ketua PGRI kota Tanjungpinag, Encik Abdul Hajar.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Dua orang oknum wartawan disalah satu tabloid Mingguan terbitan Jakarta, Amri dan M Zen sempat melakukan perlawanan dan protes ketika tim operasional Polres Tanjungpinang menangkapnya di ruang seorang guru SD 015 Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Rabu (25/03) siang.

 Namun perlawanan kedua oknum wartawan yang meresahka guru-guru se-kota Tanjungpinang karena diduga melakukan pemerasan berhasil dibungkam. Keduanya kemdian dibawa ke Mapolres Tanjungpinang. Diruang penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, keduanya tertunduk lesu selama penyidik memeriksanya atas dugaan pemerasan terhadap beberapa sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Kedua oknum wartawan tersebut ditangkap atas dasar laporan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang merasa resah dan tertekan dengan aksinya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tanjungpinang, Encik Abdul Hajar, dikonfirmasi pewarta dihalaman kantor Satreskrim Polersta Tanjungpinang, Rabu (25/03) terkait dengan kasus tersebut, mengatakan.”Sebelumnya beberapa hari yang lalu, PGRI sudah melakukan audiensi dengan pihak Kepolisian Resor Tanjungpinang, bertemu langsung dengan Kapolres, terkait masalah ini.”Katanya.

Kemudian Lanjut Encik Abdul Hajar yang akrab disapa Encik.”Kedua oknum wartawan tersebut. Jika tidak diberi uang, kedua oknum itu sanggup menunggu sebelum diberi uang. Tidak wajarkan seperti itu, makanya para guru resah. Karena oknum wartawan itu meminta uang, untuk membeli tiket.”terang Encik.

Ketika ditanya, uang yang diberikan para guru kepada oknum wartawan tersebut, Encik menjelaskan.”Saya-pun tidak mengetahui uang dari mana, apakah uang yang diberikan itu uang pribadi atau dana dari sekolah. Saya menilai, ini merupakan oknum yang sama mendatangi sekolah-sekolah pada Februari 2015.”Jelasnya.

Encik berharap.”Semoga hal ini, tidak terjadi lagi kedepanya, sesama media kita bersahabat, tidak ada unsur saling tekan-menekan dan pemerasan yang sifatnya mengganggu kerja kita dan guru-guru laninya.”harap Encik.

Seorang kepala sekolah SMP N di kota Tanjungpinang, yang enggan namanya dipublikasikan, ketika dikonfirmasi di hari dan lokasi yang sama, menyebutkan.”Oknum wartawan ini, sudah banyak mendatangi sekolah-sekolah yang ada dikota Tanjungpinang. Keduanya, pernah datang ke sekolah saya meminta sejumlah uang, dengan berbagai alasan. Seperti meliput kegiatan sekolah, menanyakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bahkan menanyakan perihal tentang Lembar Kerja Siswa (LKS). Namun saya tidak mau memberinya, karena kami tidak mempunyai dana untuk yang tidak jelas.”paparnya.

Inilah dua oknum wartawan yang ditangkap polisi karena diduga memeras.

Inilah dua oknum wartawan yang ditangkap polisi karena diduga memeras sejumlah guru dan Kepsek di Tanjungpinang.

Masih sumber yang sama.”Selain itu, LKS yang ditanyakan itu perihal apakah diperjual belikan kepada siswa apa tidak. Dan disekolah lain, saya dengar ada yang menjadi korban dengan memberikan sejumlah uang senilai Rp1 juta hingga Rp1,5juta.”ungkapnya.

Terkait dengan hal tersebut, hingga berita ini diunggah, kedua oknum wartawan tersebut masih, menjalani pemeriksaan diruangan penyidik Pidana Umum (Pidum) Polres Tanjungpinang untuk untuk proses lebih lanjut.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 25 Mar 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Dua Oknum Wartawan Ditangkap”

  1. Tangkap saja wartawan2 seperti itu. .Musnahkan

Komentar Anda