'
| | 692 kali dibaca

Drs H Daria Berikan Bantuan Pribadi Untuk Korban Kebakaran

Bupati LIngga Drs H Daria mengunjungi korban musibah kebakaran di Mushala

Bupati LIngga Drs H Daria mengunjungi korban musibah kebakaran di Mushala seraya menyerahkan bantuan pribadi.

Bupati Lingga meninjau lokasi kebakaran yang masih dipasang police line guna penyelidikan oleh Polres Lingga

Bupati Lingga meninjau lokasi kebakaran yang masih dipasang police line guna penyelidikan oleh Polres Lingga

Lingga, Radar Kepri-Bupati Lingga Drs H Daria dengan cepat menanggapi musibah kebakaram yang menimpa warga Jl Pelabuhan, Dabosingkep. Bantuan bagi korban kebakaran di Dabo Singkep diserahkan untuk 50 kepala keluarga (KK) di Mushala Mustafirin, Selasa (05/04).
Menurut Drs Daria,bantuan yang di berikan merupakan dana pribadi.”Karena itu masyarakat yang menerima, jangan melihat besarnya bantuan yang saya berikan.”ujarnya.
Bupati menambahkan, pemerintah akan berusaha untuk membantu masyarakat yang kena musibah ini melalui Pos bantuan yang ada. Namun penyaluran bantuan dana dari APBD maupun APBD-P ada mekamnisme dan aturannya.”Karena itu saya minta masyarakat terkena musibah untuk bersabar. Korban yang terkena musibah di data dulu dengan baik. Supaya nanti, ketika diberikan bantuan tidak ada masalah.”jelasnya.
Usai memberikan bantuan, Bupati Lingga, H Daria beserta Ibu dan Wakil Bupati serta anggota DPRD Lingga dari Komisi III, Rudi Purwonugroho SH bersama Jimmi AT. Menyempatkan diri untuk meninjau lokasi kebakaran. Bupati mengatakan.”Melihat lokasi kebakaran, memang kita perlu menambah  Damkar di Kabupaten Lingga. Khususnya di Singkep yang penduduknya sudah padat. Kita akan berusaha menambah armada pemadam kebakaran  tersebut.Kalau dapat, di Lingga sendiri harus ada, di Senayang dan Pancur juga ada mobil pemadam kebakaran.”ujar Daria usai meninjau lokasi kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga telah mempersiapkan beberapa tempat lokasi penampungan dan evakuasi terhadap warga. Dua unit tenda posko bantuan, posko kesehatan dan dapur umum sudah disediakan untuk menangani musibah tersebut.
Kapolres AKBP Mochamad Khozim ketika di  konfermasi terkait sumber api yang mengakibatkan terjadinya kebakaran,mengatakan.”Sampai saat ini, kita masih melakukan penyelidikan (lidik) asal sumber api dengan melaksanakan pemeriksaan beberapa orang saksi-saksi.”katanya.
Camat Singkep, Kisan Jaya juga mengatakan.”Saat ini sejumlah instansi dan lembaga, baik pemerintah maupun NGO memberikan bantuan bagi warga yang kini ditampung di sejumlah posko, yang dibangun tidak jauh dari lokasi kebakaran.”katanya.
Ditambahkan Kisan Jaya, meskipun musibah tidak menelan korban jiwa.”Namun kerugian materiil sangat besar, karena setelah dilakukan pendataan, tercatat sebanyak 50 Kepala Keluarga dengan jumlah 132 jiwa yang menempati 41 unit rumah kehilangan tempat tinggalnya. Secara resmi ada 41 rumah yang terbakar,” kata Kisan, Selasa (05/03).
Kisan merincikan, sebanya 34 rumah habis terbakar, dan 7 rumah rusak ringan di RT.01/ RW.03, Kelurahan Dabo.”Kita sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani musibah ini. Sifatnya spontan dan darurat, namun tetap mengacu pada standar prosedur operasional penanganan bencana. Agar seluruh upaya penanganan yang dilakukan dapat terkoordinir dengan baik.”jelas Kisan.
Berdasarkan data dari Korlap posko kesehatan, disebutkan 3 orang mengalami luka bakar ringan, 4 orang cidera akibat pecahan kaca dan tertusuk paku, hipertensi dan shock sebanyak tiga orang.
Sementara seorang anggota unit Damkar juga mengalami cidera dan langsung dibawa ke RSUD Dabo. Belasan kepala keluarga, terpaksa tidur di lokasi penampungan yang disediakan, tenda dan ruang kelas TPA di halaman Mushala Mustafirin, di belakang Pasar Dabo.
Dinas Kesehatan Lingga melibatkan seluruh personil Puskesmas Dabo Lama untuk menangani korban musibah kebakaran. Tagana dan Badan Penanganan Bencana Daerah Lingga telah menyerahkan bantuan berupa alat mandi, pakaian, mie instan, alat memasak dan makanan siap saji.
Bantuan spontan dari masyarakat juga terus mengalir, seperti nasi bungkus, air minum kemasan dan lain sebagainya. Beberapa elemen organisasi masyarakat (ormas) juga terlibat dan terlihat bahu-membahu dalam melakukan pengumpulan bantuan, baik dalam bentuk uang, beras, pakaian dan lain sebagainya. Yang bertujuan meringankan penderitaan korban yang terkena  musibah (muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Sel 05 Mar 2013. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek