' '
| | 1.814 kali dibaca

Dosen di Skor, Mahasiswa Segel UMRAH Dan Tuntut Rektor Mundur

Inilah SK skorsing untuk Suradji yang ditandatangani rektor UMRAH.

Inilah SK skorsing untuk Suradji yang ditandatangani rektor UMRAH.

Tanjungpinang, Radar Kepri- Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang menskor Suradji, seorang dosen selama 1 tahun karena melakukan kritisi publik kepada ketua DPRD Provinsi Kepri,  Ir Nursafriadi, berbuntut panjang. Unjuk rasa dari mahasiswa menentang kebijakan tersebut kian memanas dan minta rektor UMRAH, Prof. Maswardi M.Amin mundur dari jabatannya.
Puncaknya, Jumat (14/03), ketika mahasiswa yang berdemo sulit menemui rektor untuk meminta penjelasan mengenai kebijakan yang dianggap kontroversi tersebut. Saking kesalnya, puluhan mahasiswa UMRAH yang tergabung dalam gerakan solidaritas mahasiswa UMRAH sempat memanas.
Karena adanya mahasiswa yang membakar ban, terlihat rektor UMRAH sempat menemui mahasiswa. Setelah beberapa lama bergabung dengan mahasiswa di tengah jalan yang sempat diblokir puluhan mahasiswa. Maswardi kembali masuk kedalam kampus sebelum mendengarkan tuntutan mahasiswa tanpa memberikan penjelasan.
Melihat tidaknya tanggapan dari rektor (Maswardi, red) akhirnya puluhan mahasiswa masuk ke areal kampus. Tanpa ada perlawanan dari pihak kampus, mahasiswa melakukan penyegelan pintu utama masuk kedalam dengan menggunakan cat pilot warna merah. Tidak beberapa lama setelah melakukan penyegelan, terlihat Mawardi kembali keluar dari ruanggannya menemui mahasiswa. Saat menemui mahasiswa, Maswardi tidak diberikan kesempatan berbicara.
Aksi dorong-mendorong antara pihak kampus sempat terjadi saat puluhan mahasiswa menuntut Rektor mundur dari jabatannya.
Atas tuntutan mahasiswa yang langsung didengar Rektor, Maswardi terlihat santai mengatakan.”Saya bersedia mundur jika alasan mahasiswa jelas.”ujarnya.
Mendengar ucapan sang Rektor, emosi puluhan mahasiswa kembali memuncak. Beberapa mahasiswa merengsek mendekati Rektor seraya menyodorkan surat tuntutannya. Akhirnya aksi dorong-mendorong dengan pihak kampus kembali terjadi. Bahkan dua orang anggota Polisi yang datang untuk mengamankan aksi demo, langsung diusir keluar areal kampus oleh Mahasiswa.
Aksi puluhan mahasiwa mulai reda bertepatan dengan tibanya waktu sholat Jumat, namun mahasiwa berjanji akan kembali melakukan aksi setelah sholat. Bahkan mahasiswa mengancam akan tetap melakukan aksi demo ini sampai Masward mundur dari jabatannya. Akhirnya puluhan mahasiswa membubarkan diri secara tertip tanpa pengawalan dari petugas Kepolisian.
Humas aksi demo solidaritas mahasiswa UMRAHh, Sueb, mengatakan.”Tidak ada itikad baik dari rektor untuk menjawab tuntutan mahasiswa. Setelah melakukan skorsing kepada salah seorang dosen Akademis, Suradji, rektor belum melakukan klarifikasi menjawab tuntutan mahasiswa.”terangnya.
Menurut Sueb,  secara yuridis surat keputusan Rektor Umrah nomor 541/UN53.0/HK.00.15/2004, tentang sanksi terhadap dosen tetap di lingkungan Umrah, tegasnya, telah menunjukkan kepemimpinan otoriter.”Ini sama saja dengan mendiskreditkan independensi perguruan tinggi, khususnya Umrah. Dalam masalah ini tidak menutup kemungkinan kegagalan pembangunan UMRAH dan pengelolaan manajerial yang buruk. Dalam hal keuangan juga terdapat peran-peran politisi korup yang akhirnya mengorbankan masa depan orang banyak,”Ungkap Sueb disela-sela aksi demo.

Dalam kepemimpinan Rektor, Maswardi, kata Sueb, tidak mengedepankan akuntabilitas dan transparasi serta bersifat otoriter. Selain itu, tambahnya, setiap kejanggalan yang ditemukan lapisan bawah khususnya mahasiswa selaku konsumen premuin Umrah, hanya menjadi isapan jempol karena tidak tersedianya ruang aspirasi yang memberi dampak kerugian bagi dunia pendidikan tinggi di Umrah.”Dari lima poin tuntutan solidaritas mahasiswa, kepemimpinan Maswardi tidak bisa lagi dilanjutkan, demi kebaikan Umrah. Dia harus mundur, kalau tidak cita-cita masyarakat untuk melihat kegemilanggan pendidikan tinggi Kepri khususnya UMRAH akan sia-sia. Bisa-bisa Umrah hanya akan melahirkan SDM yang lemah karena terbiasa di tindas di Kampusnya. Selama tuntutan ini tidak dipenuhi maka gedung rektorat Umrah disegel sampai waktu yang tidak ditentukan,”terangnya.(red)

Ditulis Oleh Pada Jum 14 Mar 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

3 Comments for “Dosen di Skor, Mahasiswa Segel UMRAH Dan Tuntut Rektor Mundur”

  1. Ucu Kambing

    Mahasiswa bodoh mau diprovokasi. . . . . .apalagi suradji, entah dari mana datangnya cari makan di tempat orang betingkah, belagu. . . .

  2. Hey!!! Ucu Kambing !!! Memangnya hanya orang Melayu aja yang boleh mengkritik di tanah Melayu yang tercinta ini ??? Kita kan negara demokrasi, wajarlah kalo mengkritik.Kenapa anda jadi kalap gitu ?

  3. megat sri rama

    Kalau mau jadi mahasiswa. . belajar, kalau dosen mengajar. .wartawan nulis berita.. pengamat bercerita..kalau demonstran ya preman apalagi kalau sampai bakar bakaran. . .hahaha kasian deh lo. . .

Komentar Anda

Radar Kepri Indek