' '
| | 3.486 kali dibaca

Ditabrak Remaja Umur 13 Tahun, Mahasiswi STIE Terkapar

Petugas Satlantas Unit Laka Polres Tanjungpinang ketika engindentifikasi Risma, mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang di RSUP Kepri, Minggu (18/10).

Petugas Satlantas Unit Laka Polres Tanjungpinang ketika engindentifikasi Risma, mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang di RSUP Kepri, Minggu (18/10).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Para orang tua yang memiliki anak masih dibawah umur, sebaiknya bertindak tegas dan keras pada anak-anaknya yang nekad membawa motor dijalan raya. Karena selain tidak tahu tahu aturan, para remaja itu juga membahayakan diri sendiri serta orang lain. Seperti terjadi di Jl Ganet Raya Kilometer batu XI arah Bandara RHF, Tanjungpinang, Minggu (18/10) sore.

Risma, seorang mahasiswa STIE Pembangunan Kota Tanjungpinang terkapar usai motor jenis Honda Pesona dengan nomor polisi (nopol) BP 6706 TM yang dikendarainya ditabrak dari dari samping oleh Heri Afrian, bocah berumur 13 tahun yang mengendarai Honda Beat dengan nopol BP 2981 WO.

Informasi yang dihimpun radarkepri.com dilapangan, sekitar pukul 18 30 Wib, Risma hendak pulang kerumahnya di Jl Ganet Raya batu XI, namun beberapa meter didepan sebuah mesjid persisnya dipersimpangan. Tiba-tiba Heri Afrian datang dari arah belakang hendak berbelok kekanan tanpa menghidupkan lampu sent. Akibatnya, hond beat yang dikemudian Heri Alfian langsung menabrak bagian belaka motor Risma, hingga mahasiswi STIE ini jatuh terpental hampir 5 meter.

Akibatnya, Risma mengalami luka pada bagian dada kanan serta memar dibeberapa bagian tubuh lainnya dan langsung dilarikan ke RSUP Kepri guna mendapat perawatan medis. Polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Tanjungpinang kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengamankan kedua unit motor serta membawa Heri Alfian dan ibunya Unit Lakalantas Polres Tanjungpinang di Polsek Bukti Bestari (Polsek BB) untuk dimintai keterangan.”Anak masih kecil, kok dibiarkan membawa motor. Kakinya saja tak sampai ke tanah, tapi orang tuanya membiarkan saja. Akibatnya menyusahkan semua orang.”gerutu seorang kerabat Risma di RSUD Kepri.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Ming 18 Okt 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda