'
| | 1.202 kali dibaca

Dishubkominfo Lingga Ultimatum PT Harap Panjang

*Kasus Ambruknya Dermaga Sei Tenam

Dermaga Sei Tanam yang ambruk karena ditabrak tugboat dan tongkang milik PT Harap Panjang tahun 2012 lalu tak kunjung diperbaiki. Kadishubinfokom Lingga, Hendry Efrizal.

Dermaga Sei Tanam yang ambruk karena ditabrak tugboat dan tongkang milik PT Harap Panjang tahun 2012 lalu tak kunjung diperbaiki. Kadishubinfokom Lingga, Hendry Efrizal.

Lingga, Kepri Info-Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Lingga mem-dead line, paling lambat 05 Desember 2014 dermaga Sei Tenam di Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, Kabupaten Daiklingga harus diperbaiki oleh PT Harap Panjang (PT HP). Karena, dermaga tersebut ambruk ditabrak tongkang pengangkut material proyek milik PT HP pada Minggu, 16 September 2012 lalu.

Ultimatum dead line tersebut ditegaskan kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo (Kadishubkominfo) Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, Rabu (26/11).”Kita sudah menyurati PT Harap Panjang dan sudah meminta pertanggungjawabannya dengan memperbaiki agar dermaga Sei Tenam yang ambruk tersebut segera di perbaiki.”jelasnya pada media ini.
Ditambahkan Hendry Efrizal.”Yang jelas, kita sudah memberi dead line untuk melakukan perbaikan selambat-lambatnya 5 Desember 2014 ini. Agar PT Harap Panjang segera malakukan perbaikan, atau setidaknya material untuk perbaian sudah ada di lokasi dermaga yang akan diperbaiki.”tambahnya.
Berdasarkan catatan media ini, sejak ambruknya dermaga Sei Tenam tertabrak tongkang BB:381/PPQ yang membawa material bahan banguna milik PT Harap Panjang, pembangunan jalan yang di tarik tugboat dengan nomor Lambung TB.AB6 dan nomor register 118/PPQ yang nakhoda Gufran Saimima berkewarganegaraan Indonesia. Sampai kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang di lakukan pihak perusahan tersebut, padahal sudah lebih 2 tahun sejak ambruknya pelabuhan tersebut.

Kronologis kejadian yang menyebakan ambruknya dermaga tersebut, sebagimana disampaikan pegawai dinas perhubungan kala itu. Saat itu, tongkang dan tug boat hendak merapat ke dermaga, jaraknya sekitar seratus meter dari dermaga. Diduga kondisi arus laut yang cukup deras sehingga tongkang menabrak ujung dermaga sei tenam. Sebagaimana yang pernah diceritakan Ari, pegawai Dishubkominfo, selasa (18/09/2012) yang lalu.
Walau sampai saat ini belum terlihat upaya perbaikan dermaga tersebut, kerugian ambruk Dermaga Sei Tenam yang diperkirakan ratusan juta tupiah.

Karena itu, di harapkan ketegasan Dinas Hubkominfo dalam melakukan tindakan hukum agar ada kejelasan perbaikan dan tanggung jawab pihak pengusaha yang menyebabkan rusaknya aset daerah.
Hal ini ditanggapi Kadishubkominfo.”Kita sudah membuatkan gambar kontsruksi pelabuhan yang ambruk itu untuk dibangun nantinya. Yang jelas batas waktu sudah kita tentukan, nanti akan kita cek ke lapangan sesuai dengan waktu yang kita tentukan, setidaknya tanggal 5 Desember 2014, semua matrial kebutuhan pembangunan dermaga itu sudah ada di lokasi yang akan di bangun.”terang Hendry Efrizal.

Ditegaskan Hendry Efrizal.”Kalau hal itu tidak di indahkan pihak pengusaha, maka akan di lakukan upaya hukum. Kita sudah konsultasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, dalam melakukan upaya hukum apabila tidak di perbaiki. Hal ini sebagaimana penjelasan dari Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, bisa di lakukan tindakan tersebut.”tutupnya.

Pemkab Lingga dan Pemprov Kepri juga dihimbau untuk menunda sejumlah pembayaran terhadap proyek-proyek yang digarap PT Harap Panjang di Kabupten Lingga. Sampai hingga dermaga yang “dihancurkan” PT Harap Panjang itu diperbaiki.

Hal ini diperlukan untuk menimbulkan efek jera agar perusahaan milik Simin tersebut menghargai dan menjaga marwah pemerintah.

Pihak pemerintah daerah juga dapat menempuh jalur hukum pidana, akibat kelalaian nahkoda menyebabka rusaknya aset negara.(amin)

Ditulis Oleh Pada Jum 28 Nov 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda