' '
| | 797 kali dibaca

Dirut BUMD Tpi Rajin Berjanji Tapi Jarang Menepati

Awang dan Eva Amalia

Awang alias Alimin dan Eva Amalia SH MSi.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang (Tpi) di bawah kepemimpinan Eva Amalia SH Msi belum terlihat kinerjanya. Padahal setiap tahunnya Pemerintah Kota Tanjungpinang mengucurkan dana ke BUMD Kota Tanjungpinang sangat besar, tahun 2012 saja Rp1,8 milia dan tahun 2013 ini meningkat menjadi Rp 4 Miliar.

Eva Amalia SH M Si dinilai terlalu banyak mengumbar janji namun sering “lupa” menepati janji layaknya seorang politisi. Salah satu janji Eva yang masih berbekas dalam ingatan pedagang adalah membantu pedagang dengan 30 unit gerobak. Awalnya, gerobak itu disebutkan merupakan uang BUMD dari hasil pungutan para pedagang Akau Potong Lembu. Namun ternyata gerobak itu bantuan Bank Riau Kepri. Itu-pun hanya 10 gerobak saja yang sampai ke pedagang entah kemana sisanya.

Pantauan dari media ini dilapanga, banyakan pedagang Akau Potong Lembu yang mengeluh karena tidak kebagian gerobak yang di janjikan oleh BUMD Kota Tanjungpinang. Bahkan, beberapa orang pedagang berencana melakukan aksi demo ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang untuk mendesak Kejari Tanjungpinang mengusut berbagai dugaan korupsi di BUMD Kota Tanjungpinang tersebut.

Selasa (04/06) sekitar 1100 Wib, Eva Amalia SH Msi terlihat menjumpai Awang, Ketua Persatuan Pedagang Kuliner Akau Potong Lembu (P2KAPL) di tempat  usahnya, kedai kopi Selera. Eva Amalia mengatakan.”Pak Awang, ntar siang ke kantor mengambil formulir dan uang sisa gotong royong tahun 2011/2012 yang saya janjikan melalui pak Nazar.” Kata Eva.

Kemudian Awang menghubungi Aliasar, Ketua Harian P2KAPL untuk menjemput formulir serta uang yang di janjikan Eva Amalia kepada Awang. Namun hingga berita ini ditulis, formulir berisi data-data pedagang Akau Potong Lembu yang dijanjikan akan mendapat bantuan gerobak dan uang Rp 900 ribu yang janjikan itu tak kunjung sampai.

Merasa dibohongi dan selalu lupa dengan janji, Awang kemudian menghubungi Eva.” Tapi bilang, saya masih di kantor Gubernur.”Kata Awang mengulang ucapan Eva melalui via ponsel tersebut.

Informasi yang di terima media ini menyebutkan, BUMD Kota Tanjungpinang  selama di bawah kepemimpinan Eva Amalia SH M Si “rajin” rugi alias tak pernah untung.”Padahal BUMD itu tidak punya modal, jadi gimana bisa di katakan kalau BUMD itu merugi ?”heran Drs Effendy seorang tokoh masyarakat yang bermukim di Bukit Cermin.

Pihaknya mendukung, agar dilakukan audit investigasi oleh BPK-RI Perwakilan Kepri terhadap seluruh uang yang diserahkan Pemko Tanjungpinang ke BUMD sehingga diketahui penyebab selalu minimnya kontribusi PAD dari BUMD. Hasil audit investigasi ini bisa menjadi bukti dan rujukan bagi aparat penegak hukum (jaksa) untuk menindaklanjuti.(chendy)

Ditulis Oleh Pada Rab 05 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek