' '
| | 1.245 kali dibaca

Dipimpin Ansar Ahmad,Tambang Bauksit Ilegal Makin Marak di Bintan

Tambang bauksit di Tanjung Kuku, Kabupaten Bintan. Jumat 20 September 2013.

Tambang bauksit diduga ilegal di Tanjung Kuku, Kabupaten Bintan. Jumat 20 September 2013.(foto by aliasar, radarkepri.com)

Kijang, Radar Kepri-Sepertinya telah menjadi kode “etik” bagi para penambang bauksit ilegal di pulau Bintan, provinsi Kepri ini. Setiap petinggi dari Jakarta datang berkunjung, para penambang illegal ini tiarap dan menurut seperti kucing, kompak menutup dan menghentikan aktifitas “menjual” tanah dan air ini.

Sekitar dua pekan lalu, tim Mabes Polri datang ke Kota Tanjungpinang. Sehari sebelum tim Tri Brata itu menjejakkan kakinya di Pulau Bintan ini. Para penambang bauksit illegal berkedok cut and fill tanpa komando dan perintah serentak menutup bisnis ilegalnya.

Kini, jelang kedatangan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang “lagi” ke kota Tanjungpinang. Yang direncanakan pada Jumat 27 September 2013, sampena pagelaran Tamadun Budaya Melayu.

Pantauan Radar Kepri dilapangan, sejumlah pengusaha tambang biji bauksit illegal  di Kota Tanjungpinang telah 3 hari menghentikan aktivitasnya.

Namun sejumlah lokasi di Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Kabupaten Bintan, aktivitas pengerukan hasil perut bumi ini masih berjalan dengan lancar, tanpa ada hambatan. Pulau-pulau kecil yang tidak boleh ditambang nyaris tenggelam, seperti pulau Koyang, Temborak dan pulau Telang.

Hal ini terlihat ketika Radar Kepri melakukan investigasi Jum’at (20/09)  ke sejumlah lokasi di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan. Di jeti (pelabuhan khusus memuat tambang, red) Tanjung Kuku, terlihat 5 unit tongkang berukuran besar berjejer bersandar di pelabuhan tersebut menunggu muatan bijih bouksit yang akan diekspor ke negeri Cina.

Selain itu, terlihat juga puluhan damtruck bermuatan biji bauksit bermuatan belasan ton batu bauksit berlomba-lomba menghatarkan muatannya ke jeti itu dengan dalih menghabiskan stokfill biji bauksit.

Di lokasi jeti terlihat “gunung kuning” berupa ratusan ribu ton tumpukan biji bauksit siap ekspor. Di perkirakan malam ini, lima tongkang yang telah standbye di jeti Tanjung Kuku tersebut akan loading.”Malam ini mungkin loading semua bang.”bisik sumber Radar Kepri yang enggan menyebutkan namanya.

Tongkang milik Gandasari sedang memuat ribuan ton biji bauksit yang diduga ditambang secara ilegal di Tanjung Kuku, Kabupaten Bintan, Jumat 20 September 2013.

Tongkang milik Gandasari sedang memuat ribuan ton biji bauksit yang diduga ditambang secara ilegal di Tanjung Kuku, Kabupaten Bintan, Jumat 20 September 2013.(foto by aliasar, radarkepri.com)

Sumber yang sama menambahkan.”Pemerintah Kabupaten Bintan yang dipimpin Ansar Ahmad SE MM tidak tegas terhadap para penambang biji bauksit ini. Kerena sudah hampir 80 persen hasil perut bumi di Kijang ini pindah ke negeri cina. Namun kontribusi terhadap daerah sangat minim. Di perkirakan kerugian negara mencapai triliunan.”Tambahnya.

Selain di pelabuhan jeti Tanjung Kuku, di Sei Enam Darat, Batu Licin, Tanjung Moco termasuk Dompak terlihat aktifitas tambang illegal semakin marak. Para “penjarah”  hasil bumi.”Pasti tengah malam loading. Semua pelabuhanya itu illegal.”beber Sumber.

Kemudian, sumber itu menjelaskan.”Para pengusaha tambang biji bauksit itu, bukan didaerah ini saja merusak lingkungan. Namun hingga ke pulau-pulau kecil yang ada di Kabupaten Bintan sudah hampir punah dan tenggelam.”katanya.

Seumber menambahkan.”Lihat saja Pulau Malingka, Koyang serta Pulau Buton. Semua hampir tenggelam. Bupati Bintan bukan tidak tahu, tapi diduga ada sanak keluarganya yangikut “main” tambang sehingga tak berani bertindak tegas pada perusak lingkungan di daerah yang dipimpinnya.”jelas sumber itu lagi.

Mucul dugaan.”Mungkinkah orang nomor satu di Kabupaten Bintan ini menerima sejumlah upeti dari para perusahaan tambang diduga illegal itu.”Ucap sumber lagi.

Hinga berita ini di muat, media ini belum berhasil menjumpai Bupati Bintan Ansar Ahmad SE MM guna konfirmasi dan klarifikasi terkait tidak adanya tindakan terhadap penambang illegal di wilayahnya.(ary/asr).

Ditulis Oleh Pada Jum 20 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda