'
| | 2.907 kali dibaca

Diduga di Beking Oknum Aparat

*Rokok Kawasan Bebas Beredar Luas di Lingga

Pancur, disinilah pusat masuknya rokok dari kawasan bebas.

Pancur, disinilah pusat masuknya rokok dari kawasan bebas.

Lingga, Radar Kepri-Rokok yang berasal dari Batam dengan label kawasan bebas marak beredar di Kabupaten Lingga.Sejumlah toko kelontong di sinyalir menjadi pusat peredaran dan pendistribusian rokok tidak memiliki bandrol yang tersebar luas saat ini.

Walau barang pokok kebutuhan masyarakat dari Batam, Bintan, Karimun (BBK) yang merupakan daerah FTZ dilarang masuk ke Lingga. Namun masih ada yang bisa masuk ke Lingga, seperti rokok yang tidak ada bandrolnya, jelas barang tersebut dari daerah FTZ dan diperuntukan bagi daerah yang masuk dalam kawasan perdagangan bebas saja.

Masuknya rokok tersebut ke Lingga tentunya menjadi tanda tanya. Bagaimana barang tersebut bisa masuk ?. Sementara barang kebutuhan masyarakat sembako tidak boleh masuk sehingga menyebabkan kelangkaan sembago dan melambungnya harga sembago beberapa saat lalu. Diduga ada oknum aparat yang menerima “upeti” sehingga rokok tersebut dengan bebas masuk ke Lingga.
Penelusuran radarkepri.com, masuknya barang-barang kawasan bebas (Free Trade Zone) ke Lingga disinyalir melewati daerah Lingga Utara. Apalagi banyaknya kapal-kapal di Pancur via Batam, sehingga dari Pancur pula di distribusikan ke kecamatan lainya.”Masuknya dari sana (Pancur,red), ada bosnya orang daerah itu yang menampung.Dari Pancur baru didistribusikan kedaerah lain sampai juga ke Dabo.”ungkap sumber media ini.

Nara sumber media ini yang berada di Pancur juga mengetahui adanya permainan rokok dari wilayah FTZ dan mengakui adanya permainan oknum aparat dengan cukong rokok yang diduga bernama Akeng.”Rp 30 juta bisa kerje. Karena sekali ambil harus banyak. Rokok ini pasti habis. Cume permasalahannye ke petugas aje. Tapi kitakan main besar dan yang punye “bendera” Akeng, kite jangan kibar (bawa nama sendiri, red) Petugas tau die (Akeng) aje. Sedangkan akeng masok rokok pakai speedfiber mesin 4.”ungkapnya beberapa saat lalu.

Adanya kebijakan yang melarang barang-barang dari kawasan bebas masuk ke Kabupaten Lingga, karena daerah ini tidak masuk dalam kawasan Free Trade Zone (FTZ).Walhasil membuat berbagai barang kebutuhan masyarakat sulit dicarai seperti beras, gula dan lain-lainnya. Saat ini, berbagai barang kebutuhan masyarakat tersebut masuk ke Lingga dari Provinsi Jambi. Tentu barang seperti beras dan gula tersebut masih bisa di dapatkan, namun harganya lebih mahal dibandingkan barang yang masuk dari daerah FTZ.(amin)

Ditulis Oleh Pada Kam 02 Jul 2015. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda