| | 764 kali dibaca

Dermaga Penarah Belum Tuntas, Aparat Penegak Hukum Diharapkan Mengusut

Zulfikar=

Zulfikar

Karimun, Radar Kepri- Pembangunan dermaga di pulau Penarah kecamatan Belat masih 80% rampung, Hal ini membuat salah satu anggota DPRD Kabupaten Karimun angkat bicara dengan hasil pembangunan dermaga yang masih belum rampung 100% pembangunanya. Proyek pembangunan dermaga yang menelan dana APBD 2012 sebanyak Rp 1,061 Milliar di duga banyak kejangkalan-kejanggalan dan tidak sesuai dengan bestek pembangunan.

Warga berharap dermaga di Desa penarah ini segera bisa di manfaatkan, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar kedepannya. Tapi sekarang pembagunan dermaga tersebut menjadi tontonan warga desa Penarah.

Hal ini lah yang membuat Zulfikiar, salah satu anggota dewan Karimun dari Komisi A ini angkat bicara. Zul, sapaan akrab Zulfikat mengatakan.”Pembangunan dermaga penyeberangan yang sangat diharapkan masyarakat desa Penarah, Kecamatan Belat. Tampaknya hanya jadi tontonan karena tidak dapat digunakan.”ujarnya.

Pihaknya sangat menyangkan terkendalanya pembangunan Dermaga Penarah karena kurang matang sehingga jadi seperti ini. Harapan besar masyarakat bisa terhubung dengan masyarakat pulau lainnya jadi hampa. Apalagi anggaran yang digunakan itu cukup besar, kata Zulfikar.

Ditambahkan Zul.”Jika ada masalah hukum pada pengerjaan dermaga Penarah tersebut, aparat hukum segera menyelidikinya. Karena ini sangat merugikan masyarakat.Kita sangat berharap aparat penegak hukum menyelidikinya,”tegasnya, Kamis (21/3).

Salah seorang tim teknis pembuat dermaga menyatakan.”Banyak ditemukan kecurangan saat pengerjaannya, Seperti adanya dugaan kuat pengurangan bahan material bangunan yang digunakan saat pengerjaan dermaga tersebut.”sebutnya.

Ditambahkan sumber yang enggan namanya ditulis itu.”Saya berani memastikan dermaga itu tak layak digunakan. Karena banyak material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasinya. Banyak pengurangan bahan materialnya.”katanya.

Heri, warga sekitar Penarag mengungkapkan hal senada. Dia menyayangkan adanya dermaga yang terkesan dibangun asal jadi.”Saya tahu secara teknis, itu kalau dihitung itu belum sampai 80 persen pengerjaannya. Kalau dipaksakan digunakan, kita khawatir akan membahayakan penggunanya.”kata Heri.(jantua dolok saribu)

Ditulis Oleh Pada Kam 21 Mar 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda