| | 1.325 kali dibaca

Demi Meraup Untung Besar PT. Putra Lingga, Gunakan Batu Cadas

Bupati dan DPRD Natuna saat meninjau proyek di Pulau Laut.

Natuna, Radar Kepri- Masyarakat Kecamatan Pulau Laut menilai, Bupati Drs.H. Hamid Rizal, dan Wakil Bupati Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, maupun Pimpinan dan Anggota DPRD Natuna kurang memperhatikan kualitas bahan material yang digunakan Kontraktor di berbagai proyek pusat yang bernilai miliaran rupiah di Kecamatan Pulau Laut.

Adapun dilakukan peninjauan ke berbagai proyek besar yang sedang berjalan pengerjaanya seperti proyek Jalan, Pelabuhan, Embung Air Bersih dan Proyek Puskesmas di Desa Air Payang pada 5 Oktober 2017 lalu. warga masyarakat menilai kedatangan rombongan tersebut, hanya sekedar seperti kujungan wisata dengan kapal Ferry Pemda yang baru dibeli itu. tidak nampak adanya perhatian atau teguran atas bahan bahan material yang digunakan oleh pihak kontraktor seperti batu koral coran batu cadas yang di gunakan oleh PT. Putra Lingga, untuk coran tiang tiang dan lantai bangunan Puskesmas berlantai dua bernilai Rp. 3,9 Miliar lebih itu.

Adapun terlihat konsultan pengawas dari CV. Fajar Bahari, sebagai pendamping pengawasan itu pun nampaknya juga sekedar live servis atau pelengkap persyaratan saja.

Entah memang disebabkan keterbatasan ilmu yang dimiliki oleh Bupati dan Wakil Bupati serta Pimpinan serta Anggota DPRD Natuna dan konsultan pengawas terkait proyek pembangunan Puskesmas dan beberapa proyek lainya itu, sehingga dari pantauan media ini di pulau laut pada 5 oktober lalu, hampir semua proyek besar yang bernilai miliaran rupiah di Kecamatan Pulau Laut, yang sudah selesai maupun yang berjalan pengerjaanya dengan melenggang kangkung menggunakan material koral coran Batu Cadas (Tanah liat kering) yang sering digunakan anak anak SD atau SMP untuk menulis di diding dinding rumah.
Menurut beberapa sumber media ini mengatakan, “mungkin pihak kontraktor lebih memilih menggunakan batu cadas, harga batu cadas itu kan jauh lebih murah dibandingkan batu koral coran, yang telah lulus uji laboratorium.”Terangnya

Masih sumber diatas, “Kalau hal ini terus berlalu dibiarkan begitu saja oleh perintah pusat maupun serta DPRD selaku pengawasan di daerah Kabupaten Natuna. Kita kuatirkan semua proyek yang ada di Kecamatan Pulau Laut dan Pulau Pulau lainya di lingkungan daerah Kabupaten Natuna, jelas akan berdampak buruk kepada kualitas pembangunan di daerah terujung ini.

Dari pantauan lansung media ini, di beberapa proyek pembangunan pelabuhan di Kecamatan Pulau Laut pada 5 oktober lalu, salah satunya pelabuhan disamping rumah pengusaha Nalo, di Pulau Laut yang kabarnya masih belum serah terima tetapi sudah nampak pada retak retak disepanjang pelabuhan itu.

Warga mendesak pemerintah pusat (Presiden Joko Widodo) memerintahkan secara tegas kepada para menteri terkait (Menkes) agar mengirimkan tim khusus
guna mengawasi beberapa proyek yang bernilai miliaran rupiah yang lagi berjalan daerah.
Salah satunya proyek pembangunan Puskesmas di Pulau Laut itu. “Harap warga Pulau Laut, yang wanti wanti minta namanya untuk tidak ditulis itu.

Terkait penggunaan material tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum PU Kabupaten Natuna Tasrif, saat dimintai tanggapannya Senin, (09/10) pada pukul 09.08 WIB.
dini hari mengatakan, “Batu Cadas dan Pasir Laut yang digunakan di pulau pulau itu memang tidak lulus uji labor, tetapi dalam kesepakatan untuk membantu masyarakat setempat kita sepakati penggunaan Pasir dan Batu Cadas itu.” Terang Tasrif di ruang kerjanya.

Masih Tasrif, Itu untuk proyek Pemda, kalau untuk peroyek pusat seperti Puskesmas yang berlantai dua itu, saya tidak berani berbicara. Sebab itu kewenangan Dinkes lansung saja Bapak Tanya ke Pak Abdul Gani.”Saran Tasrif.
Ketika media ini mentangai Kepala Dinas Kesehatan Abdul Gani, di kantornya Bukit Arai guna memintai tanggapannya terkait material proyek puskesmas tersebut, tidak berada tempat. “Bapak Keluar.” Ucap petugas piket di pintu ruangan Kepala Dinkes. Media kembali mengirimkan pesan WA meminta tanggapan kepada Kadinkes melalui Sekdinkes Faisal, “bentar. lagi dengan Dirjen keuangan datang ke natuna. lagi d vip Bandara.” Jawab Faisal.
Namun ditunggu sampai pukul 17.00 WIB sore ini tidak kunjung ada tanggapan dari Faisal.

Dugaan korupsi dibalik pembangunan ini mencuat karena material bangunan tidak seauai bestek. Kejaksaaan maupun Polres Natuna diminta mengusut.(herman)

Ditulis Oleh Pada Sen 09 Okt 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda