| | 1.640 kali dibaca

Demi Harta, Istri Penjarakan Mantan Suami

Ir. Nurbatias. Direktus  PT. Samutdra Rasaki Trakindo Parsada.

Ir. Nurbatias. Direktus PT. Samutdra Rasaki Trakindo Parsada.

Batam, Radar Kepri-Ir Nurbatias, direktur PT Samudra Rasaki Trakindo mengaku jadi korban fitnah oleh mantan istrinya, A Shinta Dewi SH. Akibatnya, Ir Nurbatias mendekam dibalik penjara, karena sang mantan istri ingin menguasai semua harta dan aset perusahaan yang ada, sehingga timbul rekayasa yang tertuang dalam dokumen akta notaries.

Dikatakan Ir Nurbiatias.”Dia mengaku sebagai dirinya sebagai direktur, padahal hanya wakil direktur. Dengan dipalsukannya dokumen perusahaan di atas dan merubah sendiri susunan jajaran direksi perusahaan. Mereka melaporkan saya kepihak kepolisan, saya dituduh merampas dan mengelapan aset perusahaan, semua itu tidak benar.”kata Ir Nurbatias di Batam Center, Jum’at (22/05).

Bahkan, lanjut Ir Nurbatias.”Saya dituduh oleh mantan general menejer yang sudah saya pecat, Djaswir, akan membantai dia pakai samurai. Padahal itu tidak benar, buktinya, ia tidak bisa membuktikan persidangan. Memang saya sangat kesal sama beliau, mereka itukan sudah saya pecat. Tiba-tiba, berkat rekayasa mantan istri saya itu untuk merebut asek perusahaan semua direkayasa, agar ada celah untuk mendorong saya masuk penjara.”jelasnya.

Dilanjutkan Ir Nurbatias.”Sekarang saya sudah bebas, dan saya ingin semua kerugian, baik secara moril dan materil akibat dari kelakuan mantan istri diganti yang nilainya mencapai Rp 2,5 miliar. Ini harus mereka pertanggungjawabkan.”tegasnya.

Tuntutan atas kerugian materil dan moril tersebut, semua data pemalsuan dokumen yang dilakukan mantan istrinya bersama kru-krunya itu. Ir Nurbatias menyatakan sudah siap untuk melaporkan pada penegak hokum.”Mereka harus bertanggungjawab atas perbuatannya, sebenarnya saya juga tidak tega, tetapi karena mereka sudah menbuat saya celaka, apa boleh buat.”ujarnya.

Ir Nurbatias sudah membuat laporan ke Polsek Sekupang, melalui adiknya, Jon Agustian pada 30 April 2015 lalu.”Namun sampai sekarang tidak jelas prosesnya,  rencana besok saya akan membuat laporan ke Polda Kepri.”tutupnya.

Sementara itu A Shinta Dewi SH yang di konfirmasi awak media ini melalui Handphone selulernya terkait hal diatas, sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sab 23 Mei 2015. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda