' '
| | 1.951 kali dibaca

Delapan Pelajar Terjaring Razia di Warnet Glory

Pelajar yang terjari razia di warnet Glory pada jam belajar, Senin (02/11) jam 11 00 Wib.

Pelajar yang terjari razia di warnet Glory pada jam belajar, Senin (02/11) jam 11 00 Wib.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui dinas perizinan diminta bertindak tegas dan sanksi keras bagi warung internet (warnet) yang membiarkan pelajar berseragam sekolah di jam belajar bermain game di warnet tersebut. Seperti 8 pelajar SMA dan SMP yang terjaring dalam razia Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang di warnet Glory Net, Jalan Bakar Batu Kelurahan Kemboja Kecamatan Tanjungpinang Barat, Senin  (02/11) sekitar pukul 11.00 Wib.

Delapan pelajar yang terjaring dibawa ke markas satuan polisi pamong praja Jalan H Agus Salim Tepi Laut untuk di data dan di beri pengarahan. Warnet ini juga diduga menjadi tempat transaksi narkoba jenis Sabu-Sabu dan buka hingga 24 jam.

Pantauan media ini di lapangan, masyarakat sekitar sangat mendukung razia satuan polisi pamong praja untuk memberantas pelajar-pelajar yang sering bolos sekolah, karena telah meresahakan para orang tua.

Petugas meminta kepada operator warnet untuk menunjukkan surat izin usaha seperti SIUP,SITU dan HO, operator tersebut langsung menggambil surat tersebut di dalam laci dan di beri kepada petugas.

Setelah petugas memeriksa surat-surat izin tersebut petugas meminta kepada pemilik warnet Glory Net untuk datang ke kantor satpol pp Jalan H Agus Salim tepi Laut untuk di beri arahan agar para pelajar di larang bermain di warnet dengan seragam sekolahnya.

Kemudian itu awak media ini mendatangi salah satu anggota satpol pp menanyakan kegiatan razia tersebut,petugas tersebut menjawab “Ini sebenar bukan razia rutin bang, razia karena ada laporan dari masyrakat sekitar yang telah meresahkan mereka dan mengganggu waktu istirahat mereka bang. Jadi kami melakukan razia tersebut.”katanya.

 Masih kata petugas satpol PP.”Nanti kalo kita bergerak dan tidak melaksanakannya, kita di bilang tidak peduli dan membiarkan pelajar tersebut merajarela bermain di warnet tersebut.”ujarnya.(chendy tan)

Ditulis Oleh Pada Sen 02 Nov 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek