' '
| | 1.312 kali dibaca

Dana Aspirasi Bikin Wakil Rakyat Ini Masuk Bui

Harmain Usman2

Harmain Usman, wakil rakyat di DPRD Natuna periode 2009-2014 yang masuk bui gara-gara menyalahgunakan dana aspirasi.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kasus dugaan korupsi yang membuat Harmain Usman, mantan anggota DPRD Natuna periode 2009-2014 harus masuk bui. Bermula dari alokasi anggaran aspirasi anggota DPRD Natuna pada APBD-P 2011. Harmain, hanyalah 1 dari 20 orang wakil rakyat Natuna yang mendapat alokasi anggaran aspirasi, (versi DPRD disebut nilai usulan kegiatan, red).

Data yang diperoleh media ini, total APBD-P Natuna Tahun Anggaran (TA) 2011 untuk aspirasi alias usulan kegiatan dewan ini mencapai Rp 80 810 913 000. Duit hampir Rp 90 Miliar itu di bagi-bagi untuk 20 orang anggota DPRD Natuna dengan nilai bervariasi.

Berikut nama dan besarnya dana aspirasi DPRD-P Natuna TA 2011:

  1. Hadi Chandra S Sos mendapat Rp 7 110 000 000,-
  2. Daeng Amhar SE MM mendapat Rp 4 800 000 000,-
  3. Dwitara Gunawan SP mendapat Rp 4 800 000 000,-
  4. Alias Kadir SE mendapat Rp 3 500 000 000,-
  5. Rusli mendapat Rp 800 000 000,-
  6. Aspandi mendapat Rp 3 550 000 000,-
  7. Sunaryo mendapat Rp 3 750 000 000,
  8. Hj Yuni Ngesti Suprapti mendapat Rp 3 850 000 000,-
  9. Raja Marzuni mendapat Rp 3 800 000 000,-
  10. Mustamin Bakri, S.Sos mendapat Rp 3 600 000 000,-
  11. Zulkarnain mendapat Rp 3 800 000 000,-
  12. 12.  Harmain Usman mendapat Rp 3 000 000 000,-
  13. M Fadli mendapat Rp 3 600 000 000,-
  14. Joharis Ibro mendapat Rp 3 850 000 000,-
  15. M Nuzur ST mendapat Rp 3 950 000 000,-
  16. Yunus mendapat Rp 3 800 000 000,-
  17. Rumadi mendapat Rp 4 300 000 000,-
  18. Baharudin mendapat Rp 2 300 000 000
  19. Abil Hanafi dan Welmi mendapat Rp 11 000 000 000,-

Total dana usulan dewan atau lebih populer dengan istilah dana aspirasi dewan itu mencapai Rp 80 810 913 000. Jika diteliti, Harmain Usman yang disidangkan perdana pada Selasa (02/12) hanya berada urutan ke-3 paling sedikit menerima dana aspirasi tersebut. Dana aspirasi paling kecil diterima Rusli, politisi dari PDI-P ini menerima Rp 800 juta, kedua terkecil diperoleh Baharudin dengan nilai Rp 2 300 000 000,-. Dan, urutan tiga terendah, Harmain Usman sebesar Rp 3 Miliar.

Sebuah pertanyaan mencuat, dari 20 orang anggota DPRD Natuna masa bakti 2009-2014, apakah 19 orang wakil rakyat lainnya itu telah mempergunakan uang rakyat tersebut sesuai dengan aturan dan UU tanpa penyelewengan ditemukn ?. Sehingga, hanya dana aspirasi Harmain Usman saja yang di usut. Sudah benarkan penyaluran dana aspirasi 19 orang anggota DPRD Natuna waktu itu sehingga tidak di usut oleh penyidik (polisi dan jaksa, red).

Beberapa waktu lalu, Harmain Usman “berkoar-koar” akan buka-bukaan dan membongkar permainan “koleganya”. Mungkinkah Harmain Usman akan membongkar penyelewengan dana aspirasi sesama anggota DPRD Natuna periode 2009-2014 ?. Atau hanya sekedar menggertak untuk mendapatkan perhatian.

Proses persidangan yang baru dimulai Selasa (02/12), diyakini akan memunculkan fakta-fakta menarik, jika Harmain Usmn menepati janji akan buka-bukaan. Tidak tertutup kemungkinan, “nyanyian” sendu Harmain Usman akan menyeret rekannya di DPRD Natuna. Harmain, tentu “tak ingin sendiri” seperti judul tembang lawas yang dinyanyikan Mariam Belina. Dan, tidak ingin merasa dizalimi sendiri.

Karena, jika diteliti lebih lanjut, kerugian Negara hasil audit BPKP dalam kasus Harmain Usman ini “hanya” Rp 874 440 000 atau hanya sekitar 1 persen lebih sedikit saja dari total anggaran aspirasi pada APBD-P Natuna tahun 2011 yang mencapai Rp 80 810 913 000.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sen 01 Des 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda