' '
| | 2.500 kali dibaca

Cinta Segi Tiga Berujung Maut di Dusun Manggu

Inilah tersangka Apan yang menghabisi nyawa Novitas Sari=

Inilah tersangka Apan yang menghabisi nyawa Novitas Sari. (foto by muslim tambunan,radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Harta, Tahta dan Wanita kembali membuktikan, manusia bisa jadi  gelap mata. Kasus tewasnya Akeng (60) di bantai Khaiti (49) pada 11 Agustus 2013 lalu di Jl Tambak, Tanjungpinang, masih segar dalam ingatan. Akeng tewas dibantai Khaiti gara-gara wanita pujaan hatinya, Nurbaiti alias Neni (33) pindah hati ke Akeng. Dimana, sebelumnya, Nurbaiti merupakan kekasih Khaiti.

Kisah cinta segitiga berujung maut, kembali terjadi. Pertengahan Desember 2013 warga Dabosingkep, kabupaten Lingga digegerkan dengan penemuan sosok mayat dalam kondisi rusak parah. Setelah seluruh organ tubuh mayat tersebut terkumpul, berikut pakaian dan atribut lainnya. Akhirnya, mayat tersebut ter-identifikasi berjenis kelamin perempuan, dengan nama Novita Sari. Gadis berumur 23 tahun ini tewas mengenaskan ditangan kekasihnya, Apan (44), mekanik alat berat PT Telaga Bintan Jaya (PT TBJ) ini menghabisi nyawa Novi sapaan Novita Sari karena cemburu dan sakit hati. Karena sebulan sebelum kematian Novi, ternyata Novi diam-diam menjalin kasih dengan Anton yang sebaya dengan Novi.

Sakit hati di khianati, Apan kemudian menyusun rencana menghabisi nyawa Novi. Namun sebelum melakukan aksi kejinya, tersangka Apan memastikan kelanjutan hubungan mereka. Dalam pertemuan itu, Novi dengan terus terang mengakui ada kekasih lain dan menyatakan putus dengan Apan. Tidak terima diputus secara sepihak tanpa alasan, Apan kemudian pura-pura mengajak Novi bertemu Anto, kekasih baru Novi. Keduanya (Apan dan Novi) kemudian berangkat menuju tempat Anton, namun dalam perjalanan. Tepat di hutan Manggu, Apan menjatuhkan korek api dan berhenti mengambil mancis tersebut. Ketika itulah, Novi langsung dicekik Apan. Novi yang juga mendalami ilmu silat itu mencoba melawan, namun tenaganya kalah kuat dengan Apan yang biasa mengutak-atik mesin alat berat, truk dan excavator itu. Novi lemas, naman tangan Apan masih terus mencekik leher Novi. Setelah itu, tubuh Novi diangkat ke dalam hutan. Sebelum pergi meninggalkan tubuh Novi, Apan masih sempat mengecek nadi di pergelangan tangan Novi. Ternyata, nadi Novi masih berdenyut, Apan kemudian kembali mencekik leher Novi hingga nadi ditangan Novi berhenti berdenyut.

Terungkapnya kasus pembunuhan berlatar cinta segitiga ini bermula  pada Rabu, 18 Desember 2013, jam 10 00 Wib Mapolsek Dabosingkep di datangi seorang seorang laki-laki bernama Abdulah Yusuf,  warga kelahiran Daek pada 01 Juli 1945, tinggal di Jalan  Kartini RT 002/ RW 009 Kelurahan Dabo, Kecamatan Sigkep Kabupaten Lingga. Abdulah Yusuf melaporkan putri bungsu-nya, Novita Sari telah 6 hari tak pulang kerumah, laporan dikuatkan dengan nomor LP-B/41 /41/XII/2013.

Dalam urain singkat laporan itu disebutkan, pada hari Kamis Tanggal 12 Desember 2013 sekira jam18 00 Wib.  Pada saat itu Abdulah Yusuf sedang melaksanakan solat Magrib di rumahnya. Putrinya,  Novita Sari yang berusia 23 tahun pergi dari rumah dengan menggunakan sepeda motor jenis honda merek beat warna merah dengan nomor Pol BP 2950 LC.

Abdullah Yusuf meminta pihak kepolisian dan masyarakat yang menemukan anaknya segera melaporkan ke pihak berwajib atau orang tua Novita Sari. Novita sebelumnya bekerja di perusahaan tambang bauksit di Desa Tinjul. Perusahaan TBJ memberikan kepercayaan kepada salah satu subkon TBJ bekerja sebagai karani, bagian Gudang yang berada di Tinjul, Sungai Gelam , Novita bekerja sekitar 1 tahun. Setelah menerima gaji pada  29 November 2013.

Setelah menerima laporan tersebut, Abdullah Yusuf pulang kerumah dan berdoa agar putrinya segera ditemukan dalam keadaan sehat. Namun takdir berkata lain,  Senin, 23 Desember 2013, seorang warga yang melintas di Jl Kuburan Dusun Manggu menemukan helm warna biru yang biasa dipakai Novi. Temuan ini menjadi awal terungkapnya pembunuhan sadis yang dilakukan Apan. Polisi kemudian menyisir hutan Manggu di sepanjang Jl Kuburan tersebut. Hasilnya ?. Mayat Novita Sari ditemukan, namun dalam kondisi sudah tidak utuh lagi. Beberapa tulang bahkan ditemukan beberapa meter dari lokasi tengkorak dan rangkanya. Begitu juga dengan celana dalam dan BH korban yang ditemukan jauh di lokasi mayat. Dugaan awal, sebelum dibunuh, korban diperkosa. Bahkan, melihat kondisi jenazah yang menghitam dan terlihat seperti hangus, muncul dugaan setelah dibunuh, jenazah korban dibakar untuk menghilangan jejak.

Temuan kerangka Novita Sari ini kontan menggegerkan warga Dabosingkep, polisi bergerak cepat. Tim Identifikasi dari Polda Kepri diturunkan guna mencari penyebab kematian tragis Novi. Tiga tim dibentuk oleh Kapolres Daiklingga AKBP Puji Santosa guna mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan tersebut.

Sejumlah saksi dimintai keterangan, termasuk keluarga dan teman kerja Novitas Sari. Sabtu (04/01), penyidik Polres Lingga memeriksa Apan sebagai saksi. Mata penyidik yang terlatih dengan bahasa tubuh orang bersalah dengan sigap melihat sejumlah kejanggalan dalam gerak-gerik Apan. Ketika penyidik menawarkan rokok, terlihat jemari tangan Apan gemetar dan semakin kacau ketika penyidik langsung menanyakan, kenapa membunuh Novi ?.

Apan tak mampu berkilah lagi dan mengaku membunuh Novi karena cemburu dan sakit sakit hati, ternyata Novi yang dibantunya masuk kerja di PT TBJ mengkhianatinya dengan berpacaran dengan laki-laki lain bernama, Anton yang juga satu tempa kerja dengan pelaku pembunuhan dan korban. Apan juga mengakui perbuatanya mengatakan di depan penyidik Polres Lingga, bahwa dirinya adalah pelaku tunggal pembunuhan Novita Sari.

Menurut Kapolres.”Tersangka Apan menelepon Novita Sari untuk mengajak masuk bekerja kembali, karena sudah lama menganggur. Ketika pelaku menelepon korban untuk datang ke k kebun ak mertua Afan yang juga kebun Afan hanya berseberang jalan dengan Kebun pakmertuannya.”jelas Kapolres.

Setelah Novita sari tiba di kebun yang telah di janjikan pelaku pembunuhan. Almarhum Novita Sari menaiki pondok tersangka.”Mereka sempat ngobrol, yang diduga terkait adanya orang ke tiga yang bernama Anton yang merasa menyaingi pelaku pembunuhan.”tambah Kapolres.

Usai ngobrol pelaku mengajak almarhum Novitasari untuk bertemu Anton di tempat mereka bekerja, Namun Almarhum Novita Sari menolak dengan alasan sudah malam. Afan tetap mengajak Novi untuk ketemu Anton.”Tersangka mengaku, bahwa almarhum Novita sudah 1 bulan kenal dengan Anton, sedangkan tersangka sudah kenal 3 Bulan.”ujar Kapolres Lingga, AKBP Puji Santosa.

Dengan hasil bujuk rayuan tersangka , Novita Sari berhasil di ajak tersangka berangkat dari pondok kebun tersangka untuk menuju tempat mereka bekerja. Yang betujuan untuk menemui Anton di PT Hermina Jaya  subkon PT Telaga Bintan Jaya (TBJ) yang berada di Daerah antara sungai gelam dan Desa Tinjul. Pertengahan Jalan, sebelum masuk Ke P T yang di perkirakan sekitar 4 Kilometer  dari kebun tersangka. Tersangka yang di bonceng almarhum Novi minta berhenti karena korek apinya jatuh. Namun begitu berhenti tersangka mengatakan.”Sekarang kita selesaikan di sini, apakah kamu memilih Anton atau saya. Novita Sari mengatakan, dirinnya memilih Anton.”jelas Kapolres.

Tersangka-pun langsung mencekik korban dari bagian kiri leher. Korban merasa kesakitan  dan melawan, motor korban yang berboncengan sama pelaku tumbang ke sebelah kanan. Setelah tumbang, pelaku tetap mencekik korban hingga korban lemas. Setelah korban lemas tersangka melempar helm dan sandal korban ke tepi jalan sebelah kanan. Usai melemparkan sandal, pelaku kembali menghampiri almarhum Novita Sari, dia melihat Novita Sari masih hidup, maka tersangka mencekiknya kembali korban hingga meninggal. Usai korban meninggal pelaku juga menyeret korban ke tepi jalan sebelah kiri.

Setelah ditangkap dan dijebloskan ke sel di Mapolsek Dabosingkep, tersangka Apan stres dan mencoba bunuh diri pada Senin (05/01) sekitar pukul 23 00 Wib. Namun berhasil digagalkan petugas, Apan kemudian dilarikan ke RSUD Dabosingkep untuk mendapatkan perawatan medis.

Apan yang memiliki  5 anak tersebut mengaku menyesal atas perbuatannya.”Anak saya yang paling kecil  baru berumur 4 tahun. Saya sudah punya cucu dari anak yang paling tua.” ujar Apan sambil menangis menyesali perbuatannya.

Pada kesempatan terpisah, Sar istri Apan mengatakan.”Saat ini anaknya masih ada yang  duduk di bangku sekolah kelas 1, SMA , kelas 1 di SMP dan kelas 1 SD yang paling kecil baru berumur 4 tahun.”katanya ketika menjenguk suaminya.
Istri tersangka juga mengatakan,  selama ini tidak ada tanda-tanda dari suaminya melakukan pembunuhan.”Bahkan, kami tidak pernah bertengkar.”singkatnya.
Orang tua Novita Sari, Abdullah Yusub mengungkapkan.”Kami tidak menduga, Novita akan mati kena bunuh. Kini, kami pasrah dan menyerahkan permasalahan ini ke pihak penegak hukum.” Ujar Abdullah Yusuf di Kediamannya.

Novita memiliki 8 orang saudara dan dia adalah anak yang paling bungsu, setelah kejadian pencarian Novi yang tidak pulang kerumah selama 1 Minggu. Abdulah Yusuf bersama istrinya sempat meninggalkan rumah selama 2 malam. Orang tua meninggalkan rumah tersebut beralasan, takut Novita ada sakit hati sama orang tua. Karena Novita juga memiliki kunci rumah yang dibuat satu tempat dengan kunci motornya.”Namun Novita tidak kunjung pulang. Yang ada, kepulangannya hanya tinggal tulang.”tutup Abdullah Yusuf.(muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Rab 08 Jan 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek