| | 1.166 kali dibaca

Buruh Batam Demo Tolak UMK Rp 2,6 Juta

Puluhan ribu buruh di Batam menggelar aksi demi menolak UMK Rp 2,6 juta .

Puluhan ribu buruh di Batam menggelar aksi demi menolak UMK Rp 2,6 juta .

Batam, Radar Kepri-Puluhan ribu buruh dari berbagai Industri dikota Batam  kembali melakukan aksi demo di kota Batam  menolak UMK Batam sebesar Rp 2.600.000, yang telah ditetapkan  pemerintahan kota Batam. Namun kali, buruh industri ini memilih turun kejalan-jalan sehingga mengganggu ketertiban umum dikota Batam, Rabu (26/11).

Sebagamana pantauan media ini dilapangan, para buruh melakukan longmarh diberbagai daerah kawasan industri yang ada dikota Batam. Aksi masa buruh mulai turun dari kawasan industry Pambil Muka Kuning kecamatan Sei Beduk, mereka ada yang jalan kaki ada juga yang konvoi dengan sepada motor.

Hal yang sama juga dilakukan buruh dikawasan industry Kecamatan  Batu Ampar, kecamatan Tanjung Uncang  dan Sekupang. Sedangkan  dikontor Pemko Batam  dan gedung DPRD kota Batam, Gedung Graha kopri, kantor Dispenda kepri, sekaligus kantor perwakilan Gubenur di Batam, dari pagi dijaga pihak kepolisian dengan membentang pagar kawat berduri mulai  dari pagi hari. Tidak kelihatan ada aksi buruh  dihalaman perkantoran tersebut.”Walaupun tidak melakukan aksi depan gedung DPRD dan Pemko Batam sempat terdengar letusan senjata.”kata sumber. Tembakan di Engku Putri, Batam Centre, selain itu pihak polisi sempat mengamankan enam orang di Pos Keamanan DPRD Batam.”Bahkan Buruh  yang diamankan tersebut  sepertiya ada yang mengalami luka-luka.”sebut sumber.

Selain itu, polisi juga ikut mengamankan sebuah sepeda motor satria FU‎ BP 6750 GF‎. Sumber  mengatakan suara letusan senjata terdengar, sekitar pukul 15.55 Wib. Di tengah rintikan hujan, seluruh pasukan Satuan Polisi Pamong Praja dan staf Pemko Batam langsung berlarian keluar melihat hal apa yang terjadi.”Tiba-tiba personil polisi sudah bersiaga di depan kantor DPRD Kota Batam.”jelas sumber.

Sumber  tidak  tau  apa yang menjadi dan kenapa pihak ke polisian  mengeluarkan senjata. Padahal, kondisi di depan gedung Pemko Batam dan DPRD sendiri tergolong kondusif, mungkin dikerenakan  sebelumnya puluhan pekerja yang mengendarai sepeda motor berkonvoi ria dari melintasi Bank Indonesia  dan Kantor DPRD dan kantor  Pemko Batam terus Masjid Raya.”Lalu memainkan mesin gas sepeda motornya.” sebut sumber lagi.

Dalam hal ini, masyarakat Batam meminta Pemerintah kota Batam, pengusaha  dan buruh saling bersinergi dan tidak saling merugikan, karena buruh juga aset bagi pengusaha, sementara itu pengusaha juga aseti pemerintahan kota Batam. Tanpa pengusaha, tentu Batam tidak seperti sekarang ini.”Maka dari pada itu kita minta kepada pemerintahan kota Batam menetapkan UMK dengan bijak dan tidak saling merugikan satu sama lain, pekerja dan pengusaha.”tutup sumber.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Kam 27 Nov 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda