| | 258 kali dibaca

Bupati Buka Pelatihan Manajemen Pemeeintahan Desa

Bupati buka pelatihan manajemen pemerintahan desa.

Natuna, Radar Kepri–Bupati Natuna, Drs.H. Hamid Rizal, Selasa, (25/04) pagi ini secara resmi membuka acara Pelatihan Manajemen Pemerintahan Desa Sekabupaten Natuna di Hotel Gren Central jalan Pramuka Ranai Natuna.

Hadir diacara tersebut, selain Bupati Natuna dan puluhan peserta, juga hair  sebagian SKPD Pemda Natuna pagi itu.

Ketua Panitia Pelaksana Drs. Ismail Sitam mengatakan, “Tujuan acara ini meningkatkan kemampuan Kepala Desa tentang manajemen desa dan serta memahmi tugas dan pungsi sebagai kinerja kepala desa.

Hadir selaku nara sumber pagi itu, Direktur Penataan Administrasi Desa  kementerian Dalam Negeri Drs. Aferi S Fudail M.Si, Wilianto P. Siagian, Kasi Fasilitasi penataan otonomi desa. Ir. Dwi Herawati, M.Si. Widyasuara Balai PMD Yokyakarta.

Sedangkan jumlah peserta yang akan mengukuti pelatihan itu berjumlah sebanyak  72 orang kepala desa dan  15 orang Camat.

Acara berlangsung selama dua hari mulau tanggal 25 hari ini sampai  besok 26 April 2017.

Sedangkan Anggaran pelaksanaan acara ini  dari anggaran APBD Kabupaten  Natuna Tahun 2017.”Jelas Ismail.

Bupati Natuna Drs.H. Abdul Hamid Rizal, M. Si. dalam sambutannya sebelum membuka acara mengatakan,”Sudah lama saya perintahkan untuk melaksanakan acara ini, karena tugas kepala desa sangat berat tetang pertanggungjawaban keuangan desa. Uang desa itu tidak dapat diambil ambil begitu saja. Berapa banyak kepala desa ditangkap oleh pihak hukum karena diduga telah menyalahgunakan anggaran desa, dengan dugaan telah memperkaya diri orang lain. Kalau memperkaya diri sendiri tak apalah tapi itu juga tidak boleh.”Tegas Hamid.

Kalau kita lihat sekarang ini  kebijakan ini sudah ada yang disusupi oleh PKI. Kalau bisa kepala desa ini dilibas semuanya, makanya bapak  ibu harus hati hati dalam membelajakan unag desa.
“Saran  Hamid Seloroh.

Masih Hamid, sekali lagi saya harapkan kepala desa agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik baiknya, agar tidak terjerat hukum.

Saya juga harapkan kepala desa untuk  dapat menyisihkan sebagian anggaran desa untuk buat taman bacaan atau perpustakaan desa disetiap desa di Kabupaten Natuna.

Kalau sudah ada perputakaannya, beli permen ke untuk bujuk anak agar datang, awalnya mereka hanya mau ngambil  permen, tapi kan lama kelamaan dia muda mudahan tertarik untuk membaca, karena misi kita sekarang membuat anak anak natuna cerdas maka dari itu ia harus rajin membaca.

Soal buku bukunya nanti  mintak di perpustakaan daerah Kabupaten.”jelas Hamid.

Hamid juga menjelaskan, susahnya jaringgan telkomsel di Natuna. ” kadang kadang kita juga kesal dan bingung dengan orang orang pusat ini. Ditengah tengah pemerintah pusat gencanya melakukan percepatan pembangunan di natuna malam pihak telkomsel mengurangi alokasi sinyal ke natuna biasa 10 dijadikan 5 apa maksudnya itu kita juga tidak tau.

Sehingga kalau kita telpon kepala desa pagi masuknya sore kata.”Kata Hamid.(herman)

Ditulis Oleh Pada Sel 25 Apr 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek