'
| | 1.061 kali dibaca

Bupati Bintan Tak Mampu Hentikan Tambang Ilegal Pasir Darat di Kalang Batang

Aktifitas tambang pasir darat ilegal di desa Kalang Batang, Kabupaten Bintan yang tak mampu dihentikan Ansar Ahmad SE MM.

Aktifitas tambang pasir darat ilegal di desa Kalang Batang, Kabupaten Bintan yang tak mampu dihentikan Ansar Ahmad SE MM. Foto diambil Rabu 05 Juni 2013.

Bintan, Radar Kepri-Meskipun telah di sorot beberapa kali oleh media ini, sejumlah pengusaha tambang pasir darat illegal yang berada diDesa kawal Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Hingga hari ini, Rabu (05/06) masih merajalela meluluh lantakan lokasi tersebut. akibatnya bumi kawal berubah menjadi kolam nyamuk, aparat penegak hukum terkesan tutup mata.

Hal ini terlihat jelas dilokasi tersebut, dua unit mobil truck warna merah dan kuning sedang mengisi muatan pasir yang telah dicuci dengan mesin pompa pencuci pasir. Bukan hanya satu lokasi saja, ada beberapa lokasi disepanjang Jalan Simpang Kawal hingga ke Kalang Batang aktiftas tambang pasir darat illegal itu terus berjalan..

Anehnya, meskipun daerah kecamatan Gunung kijang itu mulai berubah jadi danau sarang nyamuk. Namun pemeritah Kabupaten Bintan di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad SE MM terkesan tak berkutik mencegah kerusakan alam lebih parah lagi. Buktinya, hingga saat ini para pengusaha tambang pasir darat ilegal tersebut masih bebas mengeruk pasir didaerah itu.

Prahnya lagi mereka mengeruk pasir hanya berjarak sekitar 5 meter saja dari jalan raya. Beberapa titik jalan terlihat sudah mulai retak dan turun dari posisi awalnya, di kuatirkan jalan ambruk karena akibat erosi.

Sumber media ini yang enggan menyebutkan namanya, di dijumpai Rabu (05/06) di sebuah kedai kopi yang tak jauh dari lokasi tersebut mengatakan.”Susah juga kita bicara pak. Tambang ini bukannya baru, tapi sudah berjalan bertahun-tahun.”katanya.

Kemudian sumber tersebut juga menjelaskan.”Dulu kalau saya tak salah, ditahun 2012 pernah seluruh tambang pasir ini ditangkap oleh Polisi. Tapi, tak lama kemudian mereka beroperasi lagi. Entah kenapa, saya juga tidak tahu. Saya dengar-dengar mereka (pengusaha tambang, red) membayar kepada oknum instasi terkait.”jelasnya.

Kepala Bidang Pembinaan Pertambangan umum geologi dan sumber daya mineral Kabupaten Bintan, Musnuri saat dikonfirmasi media ini Rabu (05/06) di kantornya ternyata sedang keluar.”Kabid-nya lagi keluar pak.” Kata salah seorang pegawai Distamben.

Pantauan media ini dilapangan, puluhan mobil truck bermuatan pasir usai di cuci, bolak balik melintasi jalan umum di daerah tersebut. Akibatnya jalan dari Simpang Kawal hingga Kalang Batang dan jalan umum yang di bangun dengan uang rakyat itu banyak yang hancur akibat digilas roda truck yang bermuatan melebihi dari kapasitas dan beban jalan. Tidak terlihat satu orangpun petugas yang mengawasi apalagi melarang truk tersebut memanfaatkan jalan umum itu.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 05 Jun 2013. Kategory Bintan, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek