'
| | 1.107 kali dibaca

Buah Pala, Potensi Perkebunan Unggul di KKA

Bibit pala asal Anambas yang berpotensi menjadi industri perkebunan unggulan.

Bibit pala asal Anambas yang berpotensi menjadi industri perkebunan unggulan.

Anambas, Radar Kepri-Kabupaten Kepuluan Anambas (KKA) sejak dimekarkan dari Kabupaten Natuna tahun 2008, memiliki potensi lain yang bisa dibanggakan selain potensi perikanan dan pariwisata.

Sejak dinyatakan Kepulauan Anambas defenitif menjadi sebuah Kabupaten sampai awal tahun 2015, potensi tanaman rempah berupa buah pala nyaris tidak terekspos sama sekali.

Namun, awal 2015 tanaman pala mulai secara pelan-pelan mencuat termasuk potensi tanaman pala di KKA. Berawal dari pencanangan gerakan sejuta pala oleh mantan Bupati KKA, T. Mukhtaruddin yang diakomodir pada APBD Perubahan 2015, melalui pembiayaan Taskin, yang ujung-ujungnya tidak terealisasi akibat adanya gangguan anggaran.

Walaupun belum terealisasi, perjuangan mengorbitkan tanaman pala di KKA tidak terhenti sampai keterbatasan anggaran saja. Melalui Rakorbang Pertanian 2015, dan disetujui oleh Pemerintah Propinsi Kepri yang dalam hal ini, oleh Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan Kehutanan Propinsi Kepri. Peluang pengembangan tanaman pala, peremajaan tanaman cengkeh dan pengembangan tanaman lada, di KKA telah diakomodir oleh Pemrop Kepri melalui dana DAK/TP tahun anggaran 2017.

Merupakan suatu kebanggaan bagi KKA memiliki kesempatan untuk mengembangkan tanaman pala dan tanaman lada yang selama ini dinantikan tanpa meninggalkan program peremajaan cengkeh sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di KKA.
Terciptanya rencana pengembangan tanaman pala di KKA, tidak terlepas dari wujud perhatian Kadistanhut KKA terhadap potensi pembibit tanaman pala di Desa Tiangau Kecamatan Siantan Selatan, KKA yaitu Jonggar yang telah membibitkan tanaman pala.

Penyerahan bibit pala asal Anambas ke Distanhut Provinsi Kepri.

Penyerahan bibit pala asal Anambas ke Distanhut Provinsi Kepri.

Kadistanhut KKA telah memerintahkan penjajakan mengsertifikasi mutu benih pala dan cengkeh yang bersumber dari KKA. Agar bibit pala dan cengkeh dariKKA bisa diakui oleh pemerintah dan dijamin mutu bibitnya. Sehingga masyarakat tdk ragu-ragu untuk menggunakan bibit pala dan cengkeh dari KKA.
Oleh arahan Kadistanhut KKA, telah dilakukan penjajakan sertifikasi mutu benih tanaman pala dan tanaman cengkeh ke Distanbunnakhut Propinsi Kepri. Dengan diserahkannya biji sample tanaman pala, bibit pala dan bibit cengkeh ke UPT Pembibitan Tanaman milik Distanbunnakhut Prop Kepri.

Penjelasan sekretaris Distanbunnakhut Propinsi Kepri, diakui bahwa  tingkat kesuburan tanah perbukitan di KKA sungguh unik dan subur. Dan hal ini tidak dipungkiri, tanaman pala yang tumbuh di ketinggian 800 meter diatas permukaan laut, mampu membuat tanaman pala dan cengkeh tumbuh subur dan berproduksi.

Padahal tanaman ini sangat jauh dari sentuhan nutrisi tanaman.
Menurutnya, apa bila tanaman pala dan tanaman cengkeh dipupuk secara tepat, barangkali hasilnya akan lebih memuaskan.
KKA termasuk Kabupaten yang memiliki keunikan tekstur dan kontur tanah yang bertentangan dengan teory budidaya. Maka disinilah diperlukan suatu upaya untuk melakukan pembibitan lokal yang telah unggul utk dikembangkan sesuai dengan topografi daerah. KKA wajib bangga. Yang mana selama ini biji pala/cengkeh hanya dijual ke pasaran diluar daerah.

Namun saat ini, biji pala tidak perlu lagi dijual keluar daerah. Biji wajib dikembangkan menjadi bibit. Bibit akan ditanam sebanyak banyaknya agar memberikan hasil jangka panjang dan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.(red)

Ditulis Oleh Pada Kam 25 Agu 2016. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

1 Comment for “Buah Pala, Potensi Perkebunan Unggul di KKA”

  1. save anambas

    matap semoga sukses, semoga PT.KJJ buka lahan buat perkebunan pala, cuma saran laut kita luas, coba maksimalkan kelebihan potensi laut, contoh pembibitan karang biar masyarakat malu nimbun pakai karang, rumput laut,tripang,kepiting, entar banyak yang ditanam takut gak ada daerah resapan air pak.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek