' '
| | 719 kali dibaca

Bocah Penjual Koran Masih Berkeliaran di Tanjungpinang

Anak-anak penjual koran di Tanjungpinang

Anak-anak penjual koran di Tanjungpinang masih ada hingga tengah malam

Tanjungpinang, Radar Kepri-Meskipun telah  berkali-kali disorot oleh media ini terkait dengan maraknya anak di bawah umur menjajakan koran hingga larut malam. Namun sampai hari ini belum juga ada tindak nyata dari instansi terkait untuk mengatasi masalah sosial ini.

Padahal, seharusnya anak-anak belajar dan bermain layaknya anak seusia mereka, namun realita berkata lain. Para tunas bangsa ini terpakssa berjemur ditengah terik mata hari, berembun di malam hari demi mendapatkan sesuap nasi menjajakan koran harian di dalam kota Tanjungpinang.
Hal ini terlihat di Akau Potong Lembu, seorang bocah lelaki berusia sekitar 11 tahun, mengenakan pakaian baju kaus warna kuning, memakai celana pendek mendatangi satu persatu meja menawarkan jualanya kepada semua orang yang sedang menikmat makanan dan minuman  di Pusat Jajan Selera (Puja Sera) Akau Potong Lembu, Kamis (18/12) malam.
Ketika awak media ini mengabadikan fotonya, tunas bangsa ini, minta tolong.”Jangan-lah om kami difoto, mata saya sedang bengkak ni.”pintanya.

Ketika ditanya kenapa mata sebelah kananya itu bengkak, bocah laki-laki berkulit sawo matang itu hanya menggelengkan kepalanya.
Ketika ditanya, namanya dan nama ke dua orang tuanya, tinggal dimana, masih sekolah atau tidak, bocah itu. Lagi-lagi bocah ini menggelengkan kepalanya, tidak mau bicara, seakan-akan sudah diatur ada yang sengaja mendoktrin anak ini agar tidak berbicara.
Anehnya, setiap tahun miliaran rupiah dana dikucurkan pemerintah untuk membina anak-anak terlantar. Namun,masih saja anak-anak ini berkeliaran siang dan malam mencari uang dengan menjual Koran.”Kemana dinas terkait dan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPAD) dan Dinsos Kepri.”ujar sumber yang enggan disebutkan namanya melihat realita ini.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Jum 19 Des 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda