| | 2.713 kali dibaca

Bisnis Prostitusi Di Duga Di Lindungi Aparat

PSK 2

Salah satu tempat prostitusi berkedok panti pijat di Tanjungbalai Karimun yang meresahkan para orang tua.

Karimun, Radar Kepri-Bisnis esek-esek berkedok pijat refleksi (massage ) semakin marak di Tanjungbalai Karimun. Prostitusi terselubung ini tumbuh subur di Bumi Berazam ini karena minimnya pengawasan dan diduga di dilindungi apara penegak hukum.

Menyikapi fenomena ini, Djuafrial Djaelani, ketua Koordinator Aliansi Pemuda Karimun(APK) mengatakan.”Bisnis prostitusi l yang ada di Karimun ini sudah sangat merajarela. Karena bisnis ini, ternyata tidak terlepas dari Kepentingan-kepentingan Oknum-oknum Instasi terkait.,”tukasnya.

Aliran dana setiap tahunnya dari pihak pengelola bisnis prostitusi mencapai miliaran ke aparat penegak hukum.”Kami  atas nama Aliansi Pemuda Karimun(APK) minta pada aparat Penegak Hukum untuk menertibkan lokalisasi bisnis prostitusi. Menindak tegas pelaku yang melakukan suap terhadap oknum-oknum instansi terkait.”Kata Djuafrial.
Sebelumnya bisnis prostitusi di yang ada di Karimun telah mendapat penolakan dari organisasi Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Karimun (IPPMKK) di Pekan Baru itu. Pada11 Februari 2013 IPPMKK melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Karimun yang silam menolak prostitusi. Tetapi hal ini tidak di gubris oleh Pemerintahan Kabupaten Karimun.
Banyak orang tua yang takut dengan maraknya tempat prostitusi di Karimun, ketakutan itu selalu di rasakan para orang tua yang memilki anak yang masih duduk di bangku SMA. Rani ( 47) merasakan takut ketika anaknya keluar malam. Rasa cemas selalu menghantui orang tua ini dalam menjaga anak-anak ini.”Sangat-lah susah, saya sangat kuatir jika anak saya keluar rumah. Apalagi pas malam Minggunya. Takut mereka salah langkah akibat pergaulan jaman sekarang ini. Saya minta pemerintah menertibkan tempat-tempat prostitusi. Sehingga anak-anak yang menjadi masa depan kita ini tidak hancur.”Tegas Rani.
Awak media Radar Kepri ketika melakukan penyamaran menjadi pelanggan ke salah satu massage yang ada di Jalan Pramuka mencoba melakukan penawaran dengan salah satu pekerja Massage.Sebut saja namanya Melati, mengatakan.”Kalau  pijat ke hotel bang harga-nya Rp 65.000/jam. Tapi kalau di tempat ini hanya Rp 50 000. Itu hanya massagge aja ya bang. Kalau minta dari situ Bang, kami kena cash lagi menjadi Rp 120.000 sampai dengan Rp 150.000/jam. Abang mau gak ?.”tawar Melati dengan nada manjanya.(jantua DS)

Ditulis Oleh Pada Kam 26 Sep 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda