' '
| | 419 kali dibaca

Binar Tiga Bintang Walikota Cup

Inilah tiga bintang yang bersinar di Walikota Cup.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Meski ajang Walikota Cup telah usai, namun masih menyisakan sekelumit cerita menarik untuk disimak. Terutama untuk team yang berhasil menjadi campion. SMA 1 Tanjungpinang (Smansa). Peran bintang-bintang Smansa tanpa terkecuali memberi kontribusi yang besar dalam tiap laga.

Namun ada 3 bintang yang menonjol yang layak mendapat apresiasi dan disepanjang pertarungan selalu menjadi pusat perhatian khalayak ramai. Pertama, sang kapten Smansa Dilivio Angeleo, dengan tinggi 170 cm dan berat 65 kg, mampu memimpin teamnya untuk bermain tenang dalam tiap laga. Bahkan saat bertemu dengan tim unggulan, seperti SMK Maitreyawira dan SMK 1 (Skansa) Tanjungpinang.

Saat melawan SMK Maitreyawira, tim ini sempat ketinggalan 7 poin pada quarter 1, namun sang kapten kelahiran 2 Agustus tahun 2000 itu tetap tenang memimpin rekan-rekannya agar tidak terbawa emosi.

Ketika menghadapi tim Skansa, disaat rekan-rekannya larut dalam kegundahan akibat perolehan poin Skansa yang terus mengejar, sang kapten masih tetap tenang dan mampu menguasai diri. Ekspresi wajah rekan-rekannya jelas terpampang nyata diliput kegelisahan ditambah sepi pendukung. Namun lagi-lagi peran pemilik nama Wu Jia Hau alias Dilivio sangat penting. Dan ia berhasil membawa timnya sebagai pemenang dengan menaklukkan tim Skansa.

Bahkan menghadapi laga final melawan SMK Pembangunan, putra dari pasangan Bengkhung dan Laili ini begitu santainya menghadapi tim lawan yang bermain agresif. Disaat salah seorang rekannya, Kelvin harus menepi, ia tidak menunjukkan rasa emosinya, ia tetap cool dan melanjutkan pertandingan. Walaupun ia sadari foul-foul yang terjadi tidak sepenuhnya kesalahan dari timnya.

Penyuka kentang goreng ini lewat bahasa tubuhnya seakan mengintruksikan rekan-rekannya untuk terus lanjut dan tenang. Bahkan dalam laga final tersebut, sang kapten hanya menyumbangkan sekali tembakan yang berbuah poin namun kepimpinanan pengemar JJ lin  dan Jacky Chen ini memang pantas ditiru.

Berbeda dengan kapten-kapten tim lain yang masih suka terbawa emosi. Termasuk kapten tim SMK Pembangunan yang lebih banyak menonjolkan kemampuan individualnya ketimbang bermain secara tim. Kendati tidak dipungkiri kapten yang bernama Hengky tersebut skill shootnya memang sangat akurat dan selalu berbuah poin.

Pembawaanya yang santai dan tenang tersebut, kadang membuat rasa penasaran para pendukung yang berada di tribun penonton. Kadang dengan gemasnya para penonton meneriakkan namanya diminta untuk mencetak poin. Tetapi penyuka warna biru ini membalas dengan senyum dan lambaian tangan.

Dan setiap deru suara supporter mereda maka ia akan memberi isyarat agar kembali bangkit dan menyuarakan gemuruh yang mampu memercik asa para bintang-bintang basket yang sedang berlaga.

Salah seoarng rekannya, Samuel bernomor punggung 12 bahkan memberikan pernyataan “Pemimpin itu bukan diliat dari jago apa engganya dia main. Tapi, pemimpin itu yang bisa membimbing dan memimpin anggotanya dengan baik dan tenang. Masalah jago atau engga itu belakangan, ”urainya.

Selain sang kapten, bintang tim Smansa lainnya yang ikut berperan dan cukup bersinar adalah Kelvin. Pemilik no punggung 5 ini sering disapa Aping. Ia menjadi pencetak poin terbanyak dalam tiap-tiap laga, termasuk saat partai final berlangsung. Kendati anak ketiga dari 3 bersaudara tersebut harus keluar lapangan, ia tidak membantah wasit, dengan lapang dada remaja penyuka warna hitam ini  menerima dan duduk di bangku cadangan. Ia hanya mampu menyaksikan rekan-rekannya bertarung melawan SMK Pembangunan. Hingga quarter 4 berakhir.

Namun, akhirnya semua itu tertebus dengan kemenangan timnya atas SMK Pembangunan. Ia pun menghambur ketengah lapangan saling berpelukan bersama rekan-rekannya. Walau namanya tidak seheboh sang kapten dan Chen Ping Jui, namun setidaknya namanya terukir dalam sejarah basket Smansa yang ikut bertarung dalam Walikota Cup.

Chen ping Jui atau yang akrab disapa Pingping, tetap menjadi sorotan dalam laga-laga sepanjang Walikota Cup. Remaja kelahiran Taiwan 21 juli 2001 itu yang menyandang pemain terbaik dalam turnamen Smansa Cup, menunjukkan performa terbaiknya sepanjang laga Walikota Cup. Ia bersama rekannya Aping menjadi penyumbang poin terbanyak bagi perolehan poin Smansa. Saat bertemu dengan tim SMK Maitreyawira, ia selalu menghalau sang kapten SMK itu, karena seakan ia sangat paham dengan kemampuan Keben yang sesama atlet Popda.

Uniknya lagi  bungsu dari 2 bersaudara ini, ia selalu tampil dengan kets mencolok. Tubuh jangkungnya, ia manfaatkan menilep bola-bola lambung dan menyarangkannya ke ring lawan. Bahkan beberapa penonton sangat terpukau dengan atraksinya. Permainannya bak bintang NBA.

Demikianlah binar 3 bintang Walikota Cup yang paling menonjol diantara rekan-rekan setimnya, Gustianus Fernando no punggung 8, Hermanto no punggung 10, Kevin Jonathan Supraman Tay memakai nomor punggung 4, Vincent lee dengan no punggung 9, Calvin Agustinason nomor punggung 11, Donny Anthony nomor punggung 6, Eric Cantona dengan nomor punggung 14, Edward Apriady nomor punggung 12, dan Samuel nomor punggung 13. LANNI

Ditulis Oleh Pada Rab 11 Okt 2017. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda