| | 1.117 kali dibaca

Biaya Pemeliharaan RSUD Tanjungbalai Karimun Dipertanyakan

Kondisi pasien di RSUD Tanjungbalai Karimun=

Kondisi pasien di RSUD Tanjungbalai Karimun yang sudah 5 hari AC-nya mati sehingga terpaksa membawa kipas angin.

Karimun, Radar Kepri-Pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tanjungbalai Karimun mengeluhkan dengan rusaknya fasilitas pendukung kenyamanan pasien. Seperti Air Conditioner (AC), alat penyejuk ruangan ini, dibeberapa ruangan mati. Sehingga pasien maupun pihak keluarga yang menunggui pasien “mandi keringat”. DPRD Kabupaten Karimun mengaku telah menerima keluhan tersebut dan menyatakan kekecewaannya, mengingat setiap tahunnya, miliaran rupiah di gelontorkan Pemkab Karimun untuk biaya perawatan RSUD berikut fasilitas pendukungnya.

Berikut penuturan Rosma (52) di yang dijumpai media ini di RSUD Tanjungbalai Karimun.”Sudah 5 hari kami rawat inap di sini pak. Tapi AC yang berada di ruangan ini sampai sekarang tidak hidup. Kami merasa tidak nyaman, karena kami tidak tahan dengan panas di siang harinya.”kata warga Pongkar dengan wajah kusam.

Rosma menerangkan.”Selama kami berada di sini, belum ada petugas teknik yang masuk untuk melihat kondisi kerusakan AC yang di ruangan pasien nomor 406 lantai 4 Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karimun, Jika di siang hari kami tidak tahan dengan panasnya cuaca. Jadi kami terpaksa bawa kipas angin dari rumah dan membuka jendela ruangan agar tidak panas.”keluh Rosma.

Penelusuran media ini dilapangan, ternyata bukan hanya ruangan 406 yang mengalami kerusaakan AC.Namun ruangan 404 dengan jumlah pasien 4 orang juga mengalami hal yang sama.

Terkait kerusakan beberapa unit system pendingim ruangan (AC) ini, direktur RSUD Karimun, dr Agung ketika dikonfirmasi hal ini melalui telepon selulernya terkesan enggan memberikan tanggapan dan menutupi-nutupi kejadian yang sebenarnya.  dr Agung mengatakan.”Pasien di lantai IV ruangan 406 merupakan keluarga yang kurang mampu. Jadi mereka sebagian tidak terbiasa dengan AC sehingga AC-nya di matikan dan memakai kipas angin yang di bawa dari rumah.”kata dr Agung.

Padahal, faktanya di lapangan jauh berbeda dengan apa yang di katakan Direktur RSUD Karimun. Ketika media ini menjelaskan apa ditemukan dilapangan dan kondisi sebenarnya di lantai IV ruang pasien 406, dokter Agung baru mengakui.”Memang sebagian AC di sana sudah rusak dan masih dalam proses perbaikan oleh tekinisi. Kalau bisa jangan di naikan dulu beritanya, besok saja kita jumpa di kantor untuk memberikan keterangan dengan hal ini. Dan saya minta supaya beritanya di buat berimbang.”pinta dr Agung.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Sesis S Sos memberikan pernyataan sama tanggapan yang di berikan Direktur RSUD Karimun AC.”Itu masih dalam proses perbaikan. Tetapi untuk lebih jelasnya, saya akan tanyakan kepada pihak Tata Usaha dan perawatan pihak Rumah Sakit Umum dulu.”kata Kepala Dinas Kesehatan. Sampai berita ini di turunkan belum ada informasi lanjutan dari kepala dinas kesehatan Kabupaten Tanjungbalai Karimun tersebut.

Mendengar informasi ini, Zulfikar, anggota DPRD Tanjungbalai Karimun dari Komisi A yang membidangi Hukum angkat bicara.”Saya sudah capek mengingatkan Dinas terkait tentang pelayanan di RSUD supaya di tingkatkan. Juga melakukan perbaikan kepada fasilitas yang ada di RSUD itu. Karena biaya perawatan RSUD itu mencapai miliaran rupiah. Buat apa kita mengangkarkan biaya perawatan sampai miliaran rupiah. Padahal kita masih menemukan fasilitas seperti ini. Kasihan rakyat kecil.”ujarnya.

Ditambahkan.”RSUD  merupakan badan layanan umum daerah,  artinya pihak RSUD harus dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.”tegas. Masyarakat berharap dilakukan audit terhadap biaya pemeliharaan RSUD Tanjungbalai Karimun tersebut. Karena nilainya mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya.”Biaya anggaran perawata itu biasaya di postingkan di pos biaya rutin. Dan pos anggaran rutin ini sangat rawan penyimpangan.”sebut sumber media ini.(jds)

Ditulis Oleh Pada Sab 01 Jun 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek