' '
| | 1.353 kali dibaca

Berkas Korupsi DPID Anambas Telah di Pengadilan Tipikor

Nofiandry SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Kepri.

Nofiandry SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Kepri.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Jaksa Penuntut  Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Kepri telah melimpahkan 4 tersangka tindak pidana korupsi sisa Dana Percepatan Infrastruktur Daerah (DPID) Kabupaten Kepuluan Anambas (KKA) ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Tanjungpinang, Senin(03/08).

Menurut Nofiandri SH, salah seorang anggota tim JPU Kejati Kepri.”Iya, berkas dan tersangka ke empat tersangka korupsi sisa uang DPID Anambas tahun 2011 lalu telah kita limpahkan ke pengadilan pada hari Jumat (31/07) lalu. Hari ini, Senin (03/08) berkasnya diserahkan ke ketua PN untuk ditetapkan majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut.”terang Nofiandri SH pada radarkepri.com, Senin (03/08) di PN Tanjungpinang.

Ke empat tersangka korupsi yang merugikan keuangan Negara itu adalah, Surya Darma Putra SE (Kasubag Keuangan di Sekda KKA), Handa Rizky SE (mantan kacab pembantu  BNI 46 Terempa), Efian (Kabid Perbatasan KKA) dan Wely Indra (kasubag keuangan Bappeda KKA). Kerugian Negara dalam kasus ini tergolong bersar mencapai Rp 4,8 Miliar lebih.

Kasus ini terungkap setelah Dirjen Keuangan menyurati pemkab Anambas agar mengembalikan uang sisa DPID tahun 2011, namun hingga Surya Darma Putra SE ditahan pada Selasa 28 April 2015, uang sebesar Rp 4,8 miliar lebih itu tak kunjung dikembalikan. Tersangka Suya Darma Putra SE merupakan orang yang diperintahkan mengembalikan sisa angaran tersebut. Dalam pengembangan lebih lanjut, ternyata sebesar Rp 800 juta mengalir ke rekening Surya Darma Putra SE  Sepekan kemudian, tepatnya, Selasa  05 Mei 2015, Kejaksaan Tinggi Kepri menjebloskan Handa Rizky ke bui karena diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pencairan uang DPID. Penyidika Kejaksaan Tinggi Kepri juga menahan Efian bersama Wely Indra karena ditemukan aliran dana DPID pada dua orang ini.  Sebanyak Rp 1,5 miliar mengalir ke Efian sedangkan Wely Indra kecipratan Rp 1 Miliar.

Anehnya, hingga berkas dilimpahkan ke pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, penyidik Kejati Kepri tak kunjung mampu mengungkap actor alias dalang utama “perampok” uang rakyat Anambas ini.”Persidangan mungkin akan digelar pada pekan ke dua Agustus 2015 ini, kita tunggu saja penetapan ketua pengadilan tentan siapa majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara ini.”tutup JPU Nofiandri SH. (irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 04 Agu 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda