'
| | 895 kali dibaca

Berdalih Tambang Rakyat, Pasir Darat di Bintan Dibiarkan Ditambang

Tambang pasir darat berdalih tambang rakyat di desa Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, kabupaten Bintan =

Tambang pasir darat berdalih tambang rakyat di desa Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, kabupaten Bintan, Rabu (18/09). (foto by aliasar, radarkepri.com)

Kawal, Radar Kepri-Meskipun telah beberapa kali disorot media ini tentang aktifitas tambang pasir darat yang diduga illegal. Namun “perampokan dan penjarahan “ pasir darat di Desa Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, hingga Rabu (18/09) masih saja berjalan dengan dalih tambang rakyat.

Sementara para pengusaha tambang pasir darat illegal tersebut, tidak memiliki satu lembar-pun Izin Usaha Penambangan (IUP). Namun, para penambang yang disinyalir ilegal dengan bebas meluluh lantakan lingkungan daerah tersebut. Anehnya, para penegak hukum di wiliyah Kabupaten Bintan terkesan tutup mata.

Selain itu, bukan hanya sekedar meluluh lantakan lingkungan saja. Namun di sepanjang jalan umum, mulai dari simpang Kawal hingga simpang Korindo arah Kijang. Tak luput dari sasaran mobil Dumtruck berkapasitas belasan ton, truk berkapasitas sedang berisi pasir darat. Akibatnya di sepanjang jalan tersebut sudah banyak yang pecah-pecah dan berlubang, seperti kubangan kerbau.

Kemudian, ketika musim panas disepanjang jalan itu, menimbulkan debu, jika dimusim hujan menimbulkan becek, sehinga pengguna jalan lainya terganggu. Padahal jalan tersebut bukan milik pengusaha tambang, namun jalan itu dibangun dengan uang rakyat Bintan.

Pemerintah setempat sudah saatnya mengambil tindakan tegas, terhadap para “perampok dan penjarah” hasil perut bumi di lokasi tersebut. Sebelum jalan lintas Korindo itu ambruk dan putus, akibat di gali para penambang.”Kerena penambang pasir tersebut, mengeruk pasir hanya sekita 5 meter saja dari badan jalan.”Ucap sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Hingga berita ini di unggah, Rabu (18/09), Distamben Kabupaten Bintan belum berhasil dijumpai media ini guna konfirmasi. Padahal, retribusi yang disumbangkan tambang pasir darat itu sangat minim alias tidak sepadan dengan kerusakan yang ditimbulkan.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 18 Sep 2013. Kategory Bintan, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek