' '
| | 4.326 kali dibaca

Berdalih Tak Ada Anggaran, Puluhan Pengurus Mesjid Dirumahkan

Mesjid Raya Dompak yang merumahkan pengurusnya.

Mesjid Raya Dompak yang merumahkan pengurusnya.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Puluhan pengurus Masjid Raya Nur Illahi, Dompak, terhitung mulai hari Sabtu (02/07/2016) tidak ada yang masuk kerja untuk mengurus Masjid Raya yang dibangun dengan dana puluhan milyar menggunakan APBD Provinsi Kepri tersebut.

Mereka antara lain terdiri dari Imam mesjid, pegawai administrasi, securiti. Hal itu dikarenakan gaji mereka selama empat bulan belum juga dibayar. Hal tersebut dikatakan salah seorang pengurus Mesjid Nur Illahi yang minta identitasnya dirahasiakan kepada Radar Kepri, Sabtu (02/07/2016). Lebih lanjut dikatakan pengurus Mesjid tersebut, gaji mereka tidak dibayar dengan alasan anggaran dari Pemprov Kepri sudah tidak ada lagi.
“Usai sholat Jumat kemarin seluruh pengurus Mesjid dikumpulkan oleh ketua Pak Razali Jaya, beliau menyampaikan sudah tidak ada lagi anggaran untuk menggaji kami. Kami diminta bertahan bagi yang ingin beramal, tapi kalau tidak mau, dipersilahkan untuk keluar tanpa ada paksaan,” ujar pengurus Mesjid tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam pertemuan itu Razali Jaya sudah menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi kepada Bagian Kesra Pemprov Kepri dengan tembusan Sekda serta Gubernur Kepri, tapi hingga kini tidak ada tanggapan. “Yang masih bertahan di Mesjid itu bagian cleaning service karena mereka merupakan karyawan outsourcing, sedangkan imam, administrasi, securiti sudah keluar semua, istilahnya kami “dirumahkan” tanpa ada batas waktu,” ujarnya lagi.
Razali Jaya yang dikonfirmasi melalui pesan pendek sms lewat hanphone selularnya hingga berita diposting ini belum ada tanggapan, padahal laporan sms sudah terkirim. (wok)

Ditulis Oleh Pada Sab 02 Jul 2016. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek