| | 983 kali dibaca

Belum Setahun, Proyek Pagar Taman Median Dibongkar

Pekerja, yang sedang melakukan Pembongkaran  terhadap sisa pagar dijodoh=

Beberapa orang pekerja sedang melakukan pembongkaran pagar taman median di Jl Imam Bonjol, Batam, pada Sabtu 4 April 2013.

Batam, Radar Kepri-Mencuatnya dugaan korupsi dalam pengelolaan sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam. Membuka tabir dugaan korupsi lain, yaitu, pembangunan pengaman (pagar) taman median jalan di Jodoh Tahun Anggaran 2012 dengan nilai kontrak sebesar Rp 2 02.741 000.

Indikasi awal terjadinya dugaan korupsi di proyek taman median jalan yang membentang dari simpang Apertemen Harmoni, Nagoya, Jalan Iman Bonjol sampai Melia Panorama dan Winsor sepanjang 3490 meter. Terlihat dengan dibongkarnya lagi pagar taman yang telah dimenangkan tendernya oleh PT.Harapan Tapita Saitam pada Sabtu (04/05)/

Pantau media ini di lapangan, Saptu (04/05) terlihat beberapa orang memakai baju kaus seragam berwarna orange dengan lambang Pemko Batam sedang sibuk melakukan pembongkaran pegar tersebut. Media ini mencoba mendekati pekerja yang sedang melakukan penbongkaran terhadap pagar-pagar yang masih tersisa itu. Awak media ini mencoba mengkonfirmasikannya penyebab dibongkarnya lagi pasag tersebut.”Pak, kenapa di bongkar kemabali pagar ini.”Tanya media ini. Salah seorang pekerja menjawab.”Kami tidak tahu pak, kami hanya melaksanakan tugas dari pimpinnan pak.”jawabnya singkat.

Menurut sumber media ini, proyek tersebut yang bernilai Rp 2 Miliar lebih yang dianggar melaui dana APBD kota Batam tahun 2012 itu dikerjakan oleh PT.Harapan Tapita Saitama. Diduga telah melakukan kongkalingkong dengan Dinas DKP kota Batam pimpinan Sulaiman Nababan. Jika ditelusuri, perusahaan yang memenangkan tender pekerjaan proyek ini tidak layak untuk dimenangkan. Namun sepertinya di paksakan untuk di menangkan.”Pada akhirnya, proyek pagar ini dikerjakan dengan asal jadi. Diduga tidak sesuai dengan speknya demi mengejar keuntungan lebih besar.”sebut sumber.

Karena proyek pagar kalan ini  setiap hari di lihat oleh masyarakat, jadi banyak menuai protes di masyarakat Batam. Mungkin masyarakat menilai proyek tersebut di kerjakan asal-jadi. Sehingga Pemko Batam memerintahkan proyet tersebut dibongkar kembali.

Yang menjadi Pertanyaan bagi masyarakat Batam, apakah kasus proyek sampai disini saja. Karena sudah terjadi percobaan untuk melakukan niat tidak baik terhadap pekerjaan yang mengunakan uang rakyat tersebut.”Kita minta kepada Kejaksaan, kepolisian memanggil pihak-pihak yang terkait dengan hal ini. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kenapa hal tersebut bisa terjadi, jangan uang negara ini jadi permainan oleh oknum-oknum yang mementingan pribadinya, untuk memperkaya diri.”kata sumber yang meminta namanya tidak ditulis itu.

Sementara itu walikota Batam, Drs Ahma Dahlan di konfirmasi media ini, terkait hal diatas melalui SMS via ponselnya. Sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya. Begitu juga Sekdako Batam Agussahiman.

Sedangkan Kabag humas Pemko Batam, Ardiwinata yang dikonfirmasi melalui ponselnya, terkait penyebab dibongkarnya pagar taman median itu. Dan berapa nilai kontrak proyet tersebut serta perusahaan apa yang mengerjakan proyek tersebut. Menjawab.”Walaikum salam pak Taherman, Pemko Batam dengan penyedia jasa. Jadi pembongkaran dilakukan oleh penyedia jasanya. Kalau besaran anggaranya nanti di infokan ya pak. Terimah kasih.”jawab Ardiwinata. Namun sampai berita ini di ungah belum ada informasi lanjutan darinya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Ming 05 Mei 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda