' '
| | 932 kali dibaca

BBM Sudah Naik, Tarif Angkot Masih Yang Lama

Angkutan kota di Tanjungpinang yang memilih meng-istirahatkan mobilnya karena belum adanya penyesuaian tarif pasca kenaikan BBM jenis premium oleh pemerintrah.

Angkutan kota di Tanjungpinang memilih meng-istirahatkan mobilnya karena belum adanya penyesuaian tarif pasca kenaikan BBM jenis premium oleh pemerintah.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai terasa oleh sopir angkutan kota (angkot) di kota Tanjungpinang. Sejumlah  pengemudi angkutan umum banyak memilih istirahat, sambil membicarakan kapan penyesuaian tarif angkot baru akan diberlakukan.

Halini terlihat Sabtu (22/06) di salah satu kedai kopi di Jalan RH Fisabilillah, Kilometer 4 Pamedan Tanjungpinang beberapa orang supir angkot terlihat santai dikedai kopi tersebut. Ketika harga BBM jenis bensin Rp 4500 per-liternya, penumpang dikenakan tarif Rp 3000. Namun, ketika harga BBM naik hampir 50 persen dan harga bensin menjadi Rp 6500. Timbul pertanyaan dari para pengemudi angkot, berapa tariff yang akan dikenakan pada penumpang.?

Jon (40) warga Jl Pemuda di jumpai media ini Sabtu (22/06) di satu tempat kedai kopi di Jl RH pisabilillah kilometer 4 Pamedan Tanjungpinang mengatakan.”Seharusnya pemeritah daerah kita ini melalui Dinas terkait peka dan jeli. Di saat ada informasi BBM akan dinaikan oleh pemerintah pusat, seharusnya Dishubkomimfo sudah mulai untuk merancang besaran kenaikan tarif angkutan kota. Kalau beginikan repot jadinya.”keluh Jon.

Masih Jon melanjutkan.”Kita yang bodoh ini saja bisa berfikir. Coba fikir bersama-sama. Saat BBM dinaikan pemerinta pada tahun lalu, hingga saat ini. Hidup kita sebagai supir tidak ada kemajuan, sampai saat ini. Lihat pengusaha angkutan, lebih banyak memilih menjual mobilnya.”ujarnya.

Banyaknya pengusaha angkot yang melego mobilnya terjadi, menurut Jon karena sopirnya banyak yang tak bayar setoran.”Termasuk saya. Sama apa kita setor, untuk makan saja kita susah. Kalau untuk nyopir, di Tanjungpinang inilah, supir yang lebih parah nasibnya kalau dibandingkan dengan daerah lain.”jelas Jon.

Kalau di daerah lain, lanjut Jon.”Supir lebih santai. Contohnya, dari terminal ke terminal sopir mengantarkan penumpang. Jadi kalau mobilnya belum ada penumpang, si sopir bisa istirahat. Kalau di Tanjungpinang, tak ada seperti itu. Ada terminal yang dibangun pemerintah, tidak satu pun yang berfungsi, jadi bagaimana si supir itu istirahat.”beber Jon.

Harapan Jon, pemerintah kota ini memfungsikan terminal yang ada.” Di atur trayek angkutan kota ini. Itu baru bisa, kalau seperti ini terus, kota Tanjungpinang ini-kan bisa di katakan kota aneh. Karena tidak ada ujung dan pangkal dan tak teraturnya jalur transportasi. Sehingga kota Gurindam ini terlihat samrawut.”lanjutnya.

Pantauan media ini dilapangan, sembrawutnya jalur transportasi di Tanjungpinang Karen tidak ditegakannya aturan oleh Dinas terkait. Lihat saja, mobil bus beroda 6 hingga 8 dengan bebas masuk kota, termasuk truk berkapasitas besar.

Akibat bebasnya bus masuk kedalam kota, angkutan kota kesulitan mendapatkan penumpang. Seharunya bus antar kota tersebut tidak dibolehkan masuk ke dalam kota.

Kemudian semenjak kenaikan BBM, dalam dua hari ini, jalan-jalan di dalam kota Tanjungpinang agak sedikit sepi. Karena mobil angkutan kota banyak yang memilih istirahat karena tak mampu membeli BBM. Biasanya, cukup dengan uang Rp 90 ribu, angkutan kota ini sudah bisa menambang 1 hari. Kalau sekarang, para supir harus menyiapkan Rp 130 ribu ditambah setoran Rp 70 ribu.”Jadi harus mendapatkan hasil per-harinya sekitar Rp 300 ribu per-harinya. Kalau seperti ini keadaanya, modal-pun tak akan kembali.”keluh Jul seorang supir angkot lainnya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 23 Jun 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek