' '
| | 897 kali dibaca

Banyak Pemudik Tak Dapat Tiket Kapal

Arus mudik di pelabuan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Minggu 04 Agustus 2013. (foto by aliasar, radarkepri.com)

Arus mudik di pelabuan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Minggu 04 Agustus 2013. (foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat sejumlah jadual keberangkatan kapal di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang tertunda. Akibatnya, pemudik yang akan pulang kampung menumpuk di ruang tunggu pelabuhan, Minggu (04/08).

Kondisi ini ditambah lagi, jelang hari raya Idul Fitri 1434 H/2013 M, dimana arus penumpang kapal yang akan mudik ke kampung halamangnya mulai melonjak.”Lebaran bersama keluarga pada awal lebaran, sudah menjadi tradisi turun-temurun, sehingga banyak pendatang yang berdomisili di kota Tanjungpinang  pulang kampung.”kata salah seorang penumpang kapal Lingga Permai, Reni (30) warga Tanjungpinang yang berasal dari Tajur Biru, Kecamatan Sinayang, Kabupaten Daik Lingga, ketika dijumpai awak media ini di pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Minggu (04/08).

Reni juga mengaku dirinya sudah 2 tahun tidak pulang kampung.”Kini Saya ingin pulang dengan anak-anak untuk lebaran bersama keluarga di kampung.”tambah ibu dua anak ini.

Pantauan awak media ini di lapangan, di pelabuan Sri Bintan Pura di padati oleh penumpang kapal yang hendak mudik. Seperti ke Tanjungbatu, Moro, Dabosingkep serta Tanjungbalai Karimun. Banyak penumpang yang antri menunggu kedatangan kapal jurusan ke kampung halamanya masing-masing.

Kemudian awak media ini mendatangi, seorang calon penumpang, Jakfar (40) yang bersandar di dinding bangunan pelabuhan tersebut sambil memegang barang bawaanya, warga Tanjung Balai Karimun. Ketika disapa awak media ini, mengapa dirinya termenung mengatakan.”Itulah pak, apa tak termenung saya. Seharusnya saya berangkat hari ini, karena anak saya yang di Balai ( Tanjungbalai Karimun,red) besok pagi mau berangkat ke Jakarta. Sementara, saya tidak mendapatkan tiket.”katanya.

Menurut Jakfar.”Saya sudah hampir 7 tahun tidak ketemu dengan anak saya, sejak anak saya menikah 7 tahun lalu. Hingga kini belum pernah bertemu, apalagi dia sudah punya anak, tidak tahu lagilah. Saya sudah memohon kepada orang kapal untuk di ijinkan naik kapal, tapi tidak bisa juga.”Kata Jakfar kecewa.

Jakfar, mungkin hanya 1 dari ratusan calon pemudik yang gagal berangkat akibat tidak dapat tiket dan minimnya antisipasi pengelola transportasi laut di Kepri ini. Leni dan Rina, dua suadari asal Senayang, Kabupaten Linga juga batal pulan ke Senayang.”Tiket sudah habis bang, padahal barang-barang yang hendak dibawa sudah dibungkus semua.”ujarnya. Leni dan Rina mengaku sudah sepekan lalu memesan tiket untuk pulang ke Senayang, namun nampaknya niatnya untuk lebaran tahun ini bersama keluarganya harus ditunda.

Sampai hari ini, belum terlihat langkah serius dari Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang untuk mencarikan solusi bagi warga yang batal mudik ini. Padahal, Gubernur dan Walikota bisa berkoordinasi dengan TNI-AL dan Basarnas untuk meminjam dan memanfaatkan kapal yang dimiliki ke dua instansi tersebut.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 04 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek