''
| | 450 kali dibaca

Banjir dan Longsor di Jemaja Makin Mencemaskan

Relawan membantu warga mengungsi akibat banjir, Minggu (14/01) malam.

Anambas, Radar Kepri-Ketinggian air akibat curah hujan yang tinggi di Jemaja, Kabupaten Anambas makin mencemaskan,Minggu (14/01) hingga pukul 18 30 Wib, ketinggian air mencapai 1,5 Meter.

Sumber radarkepri.com meneruskan sebuah pesan, menerangkan.”Teman-teman yang di jemaja.. Mohon bantuan untuk membantu evakuasi warga di ulu maras. Relawan di sana kekurangan tenaga.. air semakin dalam. Dan katanya bakal lebih parah dari tanggal 11 kemarin.”tulis sumber media ini.

Bahkan sebagian warga sudah diungsikan ke astaka. Namun relawan di lapangan masih kuatir ada warga yang masih berada di dalam rumah.

Kondisi disana saat ini tidak ada listrik.”Saya¬†tadi sudah menghubungi beberapa teman di Letung untuk segera membantu kesana. Tapi sampai saat ini tidak tau sudah sampai dimana mereka, mohon jika teman-teman ada di jemaja atau pun memiliki teman serta keluarga di jemaja,, mohon minta bantuannya.. relawan di lapangan sangat kewalahan”pintanya.

Ditambahkan.”Malam ini di Genting Dusun Desa Batu Berapit mengalami longsor, warga dilarang untuk tidak melintas ke arah Timur.”tulis sumber menggambarkan kondisi terkini.

Kedalaman air saat ini di ulu maras udah 1,5 meter.”Barusan kadinsos sudah menghubungi kasatpol untuk mengerahkan petugas satpol ke lokasi. Saat ini, relawan di ulu maras sedang mengevakuasi warga dengan menggunakan jukong.”terang sumber.

Hingga berita ini dimuat, Bupati Anambas, Abdul Haris belum memberikan konfirmasi yang dikirim media terkait tindakan yang telah dan sedang dilakukan pemkab atas musibah ini.

Banjir juga melanda Terempa.”Tarempa hampir semua jalanbanjir, tinggal jalan hang tuah/depan loka dan jl Imam bonjol yang belum terkena banjir.”kata Fadil Hasan.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Ming 14 Jan 2018. Kategory Anambas, Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek