' '
| | 2.850 kali dibaca

Bandi Bagikan Teh Cap Prendjak Kadaluarsa

Inilah teh cap Prendjak kadaluarsa yang dibagikan pada warga Tanjungpinang.

Inilah teh cap Prendjak kadaluarsa yang dibagikan pada warga Tanjungpinang.

Tanjunginang, Radar Kepri-Masyarakat kota Tanjungpinang diminta berhati-hati terhadap pemberian berupa sembako (sembilan bahan pokok). Diduga sejumlah sembako yang di berikan itu telah kadaluarsa alias tak layak konsumsi.

Seperti pembagian gula pasir yang diselipkan teh cap Prendjak yang telah kadaluarsa dari dermawan atau pengusaha yang ada di kota Tanjungpinang. Seperti di alami Jk (40) warga RT 04/RW 06 kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari. Jk tidak meneliti teh Prendjak yang diproduksi oleh PT Panca Rasa Pratama itu. Setelah menerima bantuan tersebut, Jk kemudian menyeduh dan menkonsumsi teh milik perusahaan Bandi tersebut. Akibatnya, Jk mengaku langsung mules dan sakit perut hanya beberapa menit kemudian.

Di konfirmasi awak media ini, terkait dengan kasus tersebut mengatakan.”Kemarin itu kami di beri sembako oleh PT yang buat teh Prendjak. Kalau tak salah, Minggu lalu, setelah mengkosumsi makanan itu, anak dan keluarga saya muntah-muntah, mules, termasuk saya, mual seperti orang masuk angin, saya tidak ambil pusing mungkin saya sering bergadang malam.”terang JK.

Kemudian lanjut Jk.”Setelah saya cek kemasan pada teh Prendjak. Rupanya kami mengkosumsi teh yang masa berlakunya (used by) pada 31 Desember 2009. Tapi untuk mengelabui, diatas kemasana ditempel dengan angka 2015. Ketahunnya tempelanya itu lepas. Selama mengkosumsi itu, keluarga saya mencret, dan mulas-mules.”Paparnya.

Sumaedi, Regional Sales Manager PT memproduksi teh Prendjak, di damping Urip Santoso SH yang mengaku kuasa hokum perusahaan itu, beberapa hari lalu di kantornya Komplek Bintan Center, mengakui.”Teh yang kami berikan kepada warga Tanjung Unggat itu, saya jamin bersih. Karena tidak ada masalah.”Katanya.

Kemudian, lanjut Sumaedi.”Memang sampel (contoh) dari teh itu sudah kadaluarsa, namun isinya bersih. Namun jika dibuang-kan saying, makanya kami berikan kepada warga. Memang sample itu kami robah menjadi 2015, namun isinya-kan tetap bersih.”Paparnya.

Informasi yang dihimpun awak media ini dilapangan, bukan hanya teh kadaluarsa saja yang diberikan PT itu.”Tahun yang lalu, mereka memberikan Popmie juga sudak kadaluarsa.”Saya tidak pandang siapa-siapa lagi. Semua Popmie yang diberikan mereka saya tendang dan saya buang semua. Apa dia mau meracuni warga Tanjung Unggat. Mengapa kok selalu di Tanjung Unggat yang diberikan mereka.”Kesal sumber enggan namanya di publikaskan.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 30 Jul 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda