' '
| | 632 kali dibaca

Bahas Krisis Listrik Dengan Komisi VII DPR-RI, PLN Tpi Hanya Utus Kabid

Gubernur Kepri, H M Sani ketika memimpin rapat dengan komisi VII DPR-RI tentang krisis listrik di Kepri.

Gubernur Kepri, H M Sani ketika memimpin rapat dengan komisi VII DPR-RI tentang krisis listrik di Kepri, Selasa (24/02).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sepuluh orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Komisi VII dipimpin langsung Mulyadi dari Praksi Partai Demokrat, menggelar reses di Provinsi Kepulauan Riau. Rombongan disambut langsung Gubernur Kepri H Muhamad Sani, Selasa (24/02).

Setibanya rombongan komisi VII DPR RI langsung menggelar rapat kerja di ruangan rapat gedung daerah Kepri, Jl Hang Tuah, kota Tanjungpinang (Tpi). Rapat kerja (raker) tersebut dihadiri oleh, Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Prov Kepri. Raker di buka oleh Gubernur Prov Kepri H Muhamad Sani didampingi oleh Sekretaris Daerah Prov Kepri, Robert Iwan Loriaux. Usai pembukaan rapat, ketua rombongan Komisi VII Mulyadi mempersilahkan kepada pejabat yang hadir menyampaikan keluahan terkait dengan pembangunan daerah. Sebelumnya Drs Achmad Amins MM dari Fraksi Nasdem, menyampaikan kekesalanya terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).”Saya sangan kesal dengan tingkah PLN, karena mematikan Listrik tidak beraturan. Seenak perutnya saja, kita sedang nonton televisi ,tiba-tiba lampu mati.”kesalnya dengan nada tinggi.

Kemudian lanjut Drs Achmad Amins MM yang akrab disapa Amins.”Apa sebenarnya yang terjadi, jika memang ada keluhan dari PLN silahkan laporkan, jangan main diam saja. Jika memang ada kendala, pemerinta siap membantu. Jika tidak mampu mengelola sampaikan.”kesal Amins.

Ketua rombongan Komisi VII Mulyadi meminta Direksi PT PLN menjelaskan, apa keluhan PLN. Sempat terjadi ketegangan antara Mulyadi dengan pihak PLN, karena direksi yang bertanggungjawab tidak hadir dalam forum ini. Pihak PT PLN Cabang Tanjungpinang hanya mengutus Kabid yang jelas tidak memiliki hak dalam mengambil keputusan.”Ini permainan sudah kuno yang dimainkan pihak PLN. Seharusnya Direksi yang bertanggungjawab hadir di forum ini. Ini bukan main-main.”kata Mulyadi dengan muka merah.

Selain itu, Wakil Bupati (Wabub) Kabupaten Buntan, Drs Khazalik juga mengeluhkan tentang listrik.”Masalah listri memang penting untuk dibahas, karena disebuah pulau yang bernama Pulau Numbing di Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Bintan, berpenduduk sekitar 5500 jiwa, di daerah itu tidak ada aliran listrik sama sekali.”terang Khazalik.

Sementara lanjut Khazalik.”Didaerah Pulau Numbing itu mempunyai insfruktur pendidikan. Mulai dari, Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Meskipun dilengkapi dengan insfatruktur pendidikan, namun pendidikan tidak bisa berjalan dengan maksimal, karena keterbatasan Listrik.”papar Khazalik.

Dilanjutkan Khazalik.”Saat ini Pemerintah Kabupaten Bintan, memberikan 5 buah mesin genset, untuk penerangan didaerah tersebut. Namun biaya yang dikeluarkan sangat luar biasa. Karena Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Jadi penerangan tersebut terpaksa dinyalakan di malam hari. Disiang hari, listrik tidak dinyalakan. Itulah keterbatasan di daerah pulau Numbing Tersebut.”tutup Khazalik.

Meskipun telah dipersilahkan oleh ketua rombongan komisi VII untuk menyampaikan keluhan didaerah. Namun Wakil Walikota Tanjungpinang yang hadir di Forum tersebut, tidak menyampaikan keluhan apapun dalam kota Tanjungpinang, seakan-akan listrik kota Tanjungpinang  tidak bermasalah.

Sementara dal;am kota Segantang Lada ini rentan permasalahan, termasuk krisis listrik serta sumber Energi seperti Gas, kebutuhan masyarakat kota Tanjungpinang yang sering langka. Selain itu, sekitar 3 jam rapat kerja digelar, Wawako Tanjungpinang, H Syahrul Spd, tidak ada bicara satu patah katapun, hanya duduk diam membisu.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 24 Feb 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek