| | 976 kali dibaca

Anggota Laskar Merah Putih Diancam Akan Dibunuh

Jeri macan waerga legenda, anggota laskar merah putih kepri-

Jeri Macan, warga Legenda, anggota laskar merah putih Kepri yang di ancam akan dibunuh.

Batam, Radar Kepri-Penolakan pembangunan kios untuk pedagang kaki lima (PKL) diatas lahan terbuka hijau yang ada ditengah-tengah permukinan warga Legenda Malaka. Dimana lahan tersebut akan dibangun oleh Koperasi KKBM kota Batam padahal selalu mendapatkan penolakan. Puncaknya pada Senin (06/05) lalu yang nayaris berujung ricuh.

Menyikapi pro-kontra ini, Jeri Macan seorang warga Legenda Malaka juga ikut menolak keras atas rencana dibangunnya kios-kios diatas lahan  tersebut. Dikonfirmasi Radar Kepri via ponselnya, Kamis (09/05), Jeri Macan, mangatakan.”Saya menerima telepon gelap bernada pengancaman melalui  hp yang mengunakan private number. Bunyinya nada ancaman yang saya terima, kubunuh kau, dengan anak istri kau.”kata anggota Ormas Laskar Merah Putih ini,  menirukan ancaman yang ia terima.

Namun walau dirinya diancam.”Saya tidak akan pernah mundur selangkahpun. Saya tetap menolak pembangunan kios-kios di lahan hijau tersebut. Ancaman itu membuat saya lebih bersemangat menolak. Kita menpertahankan kebenaran, kitakan warga Legenda Malaka. Lahan tersebut lahan terbuka hijau yang terletak ditengah-tengah permungkiman kita. Jadi tidak ada pilihan lain bagi warga Legenda Malaka. Penolakan itu harga mati tidak ada nego-nego.”tegasnya.

Dan pemerintah kota Batam melalui kecematan Batam Kota, Rabu (07/05) lalu mengadakan pertemuan dengan warga Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai ini.Untuk membahas kelanjutan pembangunan kios di lahan hijau tengah-tengah permungkiman Legenda tersebut, belum menemui hasil yang jelas.

Menurut salah seorang warga Legenda Malaka yang mengikuti pertemuan tersebut.”Warga tetap menolak lahan hijau tersebut dijadikan lahan untuk lapak pedagang  kaki lima.”ungkapnya. (taherman)

Ditulis Oleh Pada Jum 10 Mei 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda