' '
| | 1.005 kali dibaca

Aneh, Satreskrim Tak Punya Data Kasus Penganiayaan Oknum PNS Bintan

Yani (baju kuning) ketika melaporkan kasus penganiayaan oleh Bambang, oknun PNS Pemkab Bintan di Mapolresta Tanjungpinang.

Yani (baju kuning) ketika melaporkan kasus penganiayaan oleh Bambang, oknun PNS Pemkab Bintan di Mapolresta Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kasus penganiayaan yang berbelok menjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban Yani (32), pemilik Cafe Selo di kawasan Bintan Plaza (BP) dengan pelaku Bambang, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Bintan. Hingga Senin (07/10) semakin kabur proses hukumnya. Satlantas menolak sedangkan Satreskrim belum menerima secara resmi laporan penganiayaan yang dilaporkan Yani (korban,red) pada Rabu (02/10) lalu di SPK Polresta Tanjungpinang.

Kapolresta Tanjungpinang AKBP Patar Gunawan S Ik melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Memo Ardian S Ik di konfirmasi Radar Kepri, terkait dengan perkembangan kasus penganiayaan yang menimpa Yani melalui pesan singkat SMS Senin (07/10) via ponselnya, menyampaikan.”Sementara, laporan polisi tentang penganiayaan yang dimaksud tidak ada di data saya.”Tulisnya singkat.

Padahal Yani, janda beranak itu telah melaporkan kasus tersebut ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Tanjungpinang pada Rabu (02/10) didampingi oleh calon suaminya juga bernama Bambang, warga kilometer 7.

Ketika melapor, korban penganiayaan tersebut dengan memakai tongkat untuk membantunya berjalan. Anehnya petugas jaga Polresta Tanjungpinang yang dinas malam Rabu (02/10) menyaran agar Yani melapor ke unit Lakalantas di Polsek Bukit Bestari. Dengan tertatih, Yani menuruti saran tersebut menuju unit Lakalantas. Tentu saja petugas laka yang berdinas kebingungan untuk memproses kasus tersebut. Karena kasus ini bukan kasus kecelakaan.”Ini kasus penganiayaan.”Kata seorang petugas Laka yang tidak mau namanya di korankan.

Kapolresta Tanjungpinang AKBP Patar Gunawan diharapkan menggelar penyelidikan dugaan penyalahgunaan wewenang yang mungkin terjadi dalam kasus PNS Pemkab Bintan itu. Karena, kasusnya hampir sama dengan kasus Dn (mantan honorer Pemko Tpi,red) yang dianiaya oleh Abdul Karim alias Kamal, oknum PNS Pemko Tanjungpinang. Motif penganiyaan juga sama, cemburu. Karena pelaku mendapat kabar Yani akan menikah dengan laki-laki lain.

Hingga berita ini dimuat, Kapolresta Tanjungpinang AKBP Patar Gunawan belum menjawab konfirmasi yang disampaikan Radar Kepri melalui ponselnya. Padahal pesan konfirmasi yang dikirim pada Senin (07/10) pada pukul 15 31 Wib, menyatakan terkirim. (aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 07 Okt 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek