'
| | 966 kali dibaca

Anambas Gelar Panen Raya Padi Organik

Panen raya padi organik di desa Air Lengir, Anambas, program kerjasama Primer Oli dan warga setempat.

Panen raya padi organik di desa Air Lengir, Anambas, program kerjasama Primer Oli dan warga setempat.

Terempa, Radar Kepri-Meskipun Kabupaten Kepulauan Anambas, lebih dari 90 persen lautan.Namun bukan berarti padi tidak bisa tumbuh subur, buktinya, Senin (13/10) Kabupaten ini panen raya oadi organik. .engembangan sawah untuk lahan padi ini memakai metode SRI program Budi Daya pertanian organik dari Premier Oil di Desa Langir Kecamatan Palmatak.

Panen raya di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Anambas Abdul Haris, SH dan Manajemen Premier Oil, Buyung Heru Satria, konsultan Teo Suprianto dari Jogja, Asisten II Andi Agrial, SKPD disaksikan kru Premier Oil.

Buyung Heru Satria menyebutkan.”Program ini atas kerja sama Primier Oil dengan warga Desa Langir untuk pengembangan dan penambahan lahan sebesar 13 ribu hektar, dari yang sebelumnya hanya 8 000 Hektar. Selain menanam padi, warga juga menanam sayur-sayuran, tropikultural dan membangun rumah jaring untuk mengantisipasi perubahan ekstrim dan penyerangan hama.”jelasnnya di depan warga Desa Langir.
Sedangkan konsultan pertanian dari Jogja, Teo Suprianto menjelaskan.”Sejak Anambas menjadi daerah otonom sendiri, dari situlah warga Anambas mulai meniti pertanian. Khususnya warga Desa Langir, kalau padi di kembangkan jangan hanya di Anambas tapi pengembangan padi harus sampai di luar Anambas. Sekarang ini, konsumsi beras kita ambil dari luar, seperti di impor Vietnam yang masuk ke Anambas.”terangnya.
Menurut Teo Suprinato.”Ada 5 pokok yang harus kita lakukan, antaranya perubahan sikap, pemahaman, Sumber Daya Manusia (SDM), sarana, dan finansialnya. Semua itu perlu di kembangkan untuk pertanian organik, keterampilan harus di tingkatkan kerjasama Primier Oil agar memperdayakan SDM.”terangnya.
Wabup Anambas, Abdul Haris SH terlihat bangga dengan kerja keras dan hasil panen raya ini.”Peningkatan penambahan lahan ini hampir mencapai 5.000 Hektar ini, kita berharap akan terus di tingkatkan dari tahun ke tahun. Jika melimpah ruah, peluang yang di luar biasa bisa mengcover mau jual.”ujarnya.

Selain itu, lanjut Wakil Bupati, pada tanggal 18 Oktober ini.”Anak-anak kita yang sekolah di Jogja sudah melaksanaka wisuda dengan 15 orang lulusan pertanian. Jadi kita sudah memiliki anak- anak yang sudah memahami tentang pertanian, baik dari segi praktek maupun teori pertanian.”tegas Wabup.

Abdul Haris SH berharap Anambas menjadi lumbung padi.”Semua kita kembalikan lagi kepada Masyrakat. Ada 4000 lebih jiwa, kita harus menyelamatkan 1000 dari garis kemiskinan, termasuk pertanian adalah unsur memperkuat kemiskinan dan dinas lain harus mengeroyok, agar keluar dari kemiskinan. Cmat harus mendata, agar kita bisa melakukan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan RTLH langsung dari kementrian Perumahan.”jelas Abdul Haris SH. (yuli)

Ditulis Oleh Pada Sen 13 Okt 2014. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek