| | 5.160 kali dibaca

Amoy Muda Asal Singkawang Terjaring Razia Satpol PP

nilah 6 orang amoy dari Singkawang yang terjaring razia saat didata Satpol PP.

nilah 6 orang amoy dari Singkawang yang terjaring razia saat didata Satpol PP.

Natuna, Radar Kepri-Sebanyak sebanyak 6 dari  9 orang wanita muda asal Singkawang dan Pontianak yang diduga sebagai Pekerja Sek Komersial (PSK) dan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)  diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemda Natuna Senin (05/09) sekitar pukul 11.00 Wib hari ini.

Operasi mendadak (Sidak)  yang dipimpin Kasi Pembinaan dan Penindakan Zainal Abidin,”Operasi berdasarkan adanya laporan masyarakat RT. 005/RW,001 Sungai Ulu Kecamatan Bunguran Timur kepada Satpol PP. “Terang Zainal.

Dari pantauan media ini dilapangan RT. 005/RW.001 Sei Ulu, dalam razia kali ini Petugas Satpol PP berhasil mengdaeuk k 6 cewek usia 20-an yang tidak memiliki KTP.
Saat dilakukan pendataan di lokasi kosan itu,  ke enam cewek  tersebut membantah sebagai PSK, ia hanya mengaku sebagai pelayan Kafe milik Ucok, pemilik rumah tempat lokasi razia itu.

“Kami bukan pekerja Sek Komersial (PSK ) Pak, kami hanya sebagai pelayan Kafe di tempat bang Ucok di Senubing . Kami digaji bang Ucok Rp. 1.500.000,-(satu juta lima ratus) perbulan.”Aku Serli (19) kepada wartawan.

Hal itu dibenarkan oleh Ucok sebagai bos pemilik rumah tempat tinggalnya tersebut. “Semuanya bekerja dengan saya,  mereka saya gaji Rp. 1,200.000(satu juta dua ratus) perbulan,  tetapi kesehatan dan kalau mereka sakit juga saya yang ngobati.”kata Ucok.

Yang sedikit aneh, terhadap gaji cewek itu perbulan, Ucok mengaku Rp 1,200.000,- perbulan.  Sedangkan cewek cewek itu dengan raut wajah yang  terlihat terpaksa takut-takut mengaku “Gaji kami semuanya Rp. 1,500.000,- per bulan. “Papar Eli, (21)

Selesai didata,  enam orang cewek yang tidak punya KTP itu disarankan untuk mengurus KTP. Dalam waktu dekat mereka tidak punya KTP Satpol PP akan melakukan razia kembali.

“Untuk sekarang kita sarankan semua anak anak ini agar mengurus KTPnya. dalam waktu dekat ini kalau dia belum bisa membuat KTP kita akan lakukan tindakan tegas.  Sekarang kita beri tolerans  untuk mereka mengurus KTP. Hal ini akan kita laporkan dulu kepada pimpinan, bagaimana tanggapan pimpinan nanti kami akan evaluasi.

Putri, (26) Warga Ranai kepada media ini pada hari yang sama mengatakan, “Saya berharap kepada Pihak Satpol PP agar jangan loyo dalam melakukan tindakan,  kalau mereka tidak memiliki KTP seharusnya di tahan saja dulu untuk efek jera baik yang lain.”Jangan mudah percaya gitu saja dengan pengakuan mereka,  jangan jangan yang tidak memiliki KTP itu  masih anak di bawah umur. Ucok itu pun jangan gampang percaya sama dia, mafia itu. Saya harapkan untuk mencegah maksiat di Natuna, Bapak Satpol harus tegas. “Ucap Putri. (Herma)

Ditulis Oleh Pada Sen 05 Sep 2016. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda