| | 913 kali dibaca

Ada Proyek Tambatan Perahu Asal Jadi di Cemaga Induk

Inilah proyek tambatan perahu asal jadi di Cemaga Induk.

Inilah proyek tambatan perahu asal jadi di Cemaga Induk.

Natuna,Radar Kepri-Masyarakat Cemaga Induk Kecamatan Bunguguran Selatan Kabupaten Natuna  pertanyakan ketidak beresan  beberapa  proyek pembangunan yang dibangun dengan anggaran ADD Desa cemaga tahun 2016.

Pasalnya, menurut salah seorang warga masyarakat Cemaga Suhaimi,”Proyek pembangunan yang dibangun oleh Desa Cemaga pada tahun 2016 ini banyak yang tidak beres,  misalnya seperti dua proyek pembangunan Tambatan Perahu di  Tanjung Saguk dan Pelabuhan  Tambatan Perahu tembusan Pulau Akar.

Proyek Tanjung Saguk sepanjang  80 x 2m, yang dibangun dengan dana ADD tahun 2016 sebesar Rp. 77,403.350 dan proyek Tambatan Perahu Pulau Akar yang di Bangun Dengan Dana ADD Desa  tahun 2016 Cemaga Rp. 250 (dua ratus lima puluh)  juta lebi itu menurut Suhaimi-red) banyak yang tidak sesuai dengan Draf pembangunannya,m isalnya bahan dan ukuran  kayu yang dipakai, didalam draf ketebalan kayu  lantai pelabuhan tersebut  1,5 senti, sedangkan yang dipasang sekarang  hanya rata 1 senti saja. Begitu juga dengan lebar lantai dari daraf ketebalan lantai disebutkan 8 senti, sedangkan  yang dipasang saat ini hanya  rata-rata 7 senti saja.

Begitu juga dengan pasangan batu miringnya, disebutkan di dalam batu sungai, sedangkan yang dipasang sekarang hanya banyak batu laut, alias batu kapur. sedangkan batu sungainya  hanya sebahagian kecil,   tambah lagi coran lantainya yang tidak diberi ikatan besi, diperkirakan proyek tersebut tidak berbobot, diperkirakan tidak berbobot tahan lama dan  terkesan asal jadi. Nasib dua proyek Tambatan Perahu itu sama”Tutur Suhaimi.

Masih Suhaimi, yang anehnya lagi, Kepala tukang bekerja tidak mengacu kepada space atau gambar.

Terkait tudingan masyarakat tersebut  Ketua TPK Desa Cemaga Ali Usman, kepda Koran ini membantah, kalau proyek yang dibangunya tersebut asal jadi, Terkait Papan lantai yang dipasangnya itu sudah merupakan kesepakatan ber sama masyarakat, tetapi menurut Ali Usman,”Salah saya memang bukan rapat di desa, kami hanya mencari kesepakatan di pelabuhan itu saja.”Kata Ali.

Ali Usman juga, mengakui kalau  ketebalan kayu  lantai itu tidak sampai sesuai draf  1,5 senti tebal dan 8 senti lebar.”Itu benar, tetapi  yang namanya kayu di arit dengan arit sinso tidak akan ada yang pas tetap  akan ada yang beda.”Bantah Ali.

Ali juga mengaku telah mengganti satu Ton kayu lantai pelabuhan tersebut, “Saya sudah ganti satu ton kayu pak, saya menggantinya atas perintah orang dari Kabupaten. Siapa namanya saya lupa.” Kata Ali.

Ali Juga mengaku siap membongkar kembali kayu kayu yang sudah terpasang itu kalau memang itu dipermasalahkan oleh warga masyarakat. Ali juga mengaku sedikit kecewa kepada masyarakat, kenapa tidak awal ia ditegur, sekarang  proyek pelabuhan itu sudah selesai baru ada protes,kan menyusahkan saya itu.”Ucap Ali kepada media ini Kamis (01/09) dirumah kediamanya di Cemaga.(herman)

Ditulis Oleh Pada Kam 01 Sep 2016. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek