| | 871 kali dibaca

Ada Proyek Drainase di Lahan Kosong

Inilah lahan kosong yang dibangun drainase senilai Rp 1,8 Miliar dengan anggaran APBD Kota Batam.

Inilah lahan kosong yang dibangun drainase senilai Rp 1,8 Miliar dengan anggaran APBD Kota Batam.

Batam, Radar Kepri-Aneh, begitulah tanggapan warga melihat sebuah proyek drainase senilai Rp 1,8 Miliar berada di lahan kosong alias tanpa rumah dan manusia. Mencuat kecurigaan, proyek garapan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Batam ini hasil “perselingkuhan” developer pengembang perumahan di kelurahan Berlian, Kecamatan Batam kota, Kampung Sungai Juna, tak juah dari pasar Botania.

Tak pelak, proyek drainase diatas lahan kosong ini menjadi sorotan, termasuk dari Hery Marhat Ketua LSM LAKi Pejuang 45 kota Batam.”Tentu hal ini betul-betul sangat aneh, ada proyek drainase bernilai fantastis di lahan kosong yang akan dibangun oleh pihak swasta. Seharusnya drainase itu tanggungjawab perusahaan pengembang developer, bukan tanggungjawab pemerintahan. Kalau mau jajur lebih banyak pembangunan lain dibutuhkan masyarakat yang dipikirkan pemerintah kota Batam ketimbang proyek itu. Seperti banyak jalan-jalan yang rusak ditengah perkampungan warga yang penduduknya sudah sangat padat. Ketimbang lahan kosong  yang belum ada penduduknya tersebut.”jelasnya.

Pihaknya menduga ada permainan dan manipulasi antara perusahaan pengembang PT Panindo dengan Dinas terkait. “Padahal PT Panindo itu belum menyelesaikan pembebaskan warga pemilik lahan.”terangnya.

Hery Marhat minta Kejaksaan Negeri Batam memanggil dinas terkait untuk diperiksa terkait proyek tersebut.”Kenapa proyek swasta di campur -adukan dengan uang APBD alias uang rakyat. Seharusnya APBD di pergunakan untukkepentingan yang dibutuhkan masyarakat , seperti bangunan sekolah bukan drainase di atas lahan kosong.”ungkapnya.

Hal senada diungkapan warga setempat yang tak jauh dari lokasi, mengaku bernama Yanto.”Kami heran bang, kenapa ada proyek pemerintahan berupa fasiltas umum dilahan yang belum ada bangunannya. Padahal masih banyak pembangunan yang lebih dibutuhkan  masyarakat. Terutama sekolah yang selalu dikeluhkan oleh warga Batam setiap tahun penerimaan murid baru. Yang selalu kurang daya tampung fasilitas prasarana sekolah di kota Batam. Hal ini terjadi setiap tahun pemenerimaan murid baru.”ujarnya.

Alangkah baiknya, lanjut Yanto.”Uang sebesar itu dibangun untuk gedung sekolah, lumayan  bisa menampung anak-anak yang akan masuk sekolah.”sebutnya dengan bernada heran.

Sementara itu Kabid drainase PU kota Batam yang disebut bernama Yanto juga di konfirmasi melalui ponselnya terkait hal diatas. Sampai berita ini di turunkan belum ada jabannya.(teherman)

Ditulis Oleh Pada Kam 04 Sep 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek