' '
| | 823 kali dibaca

Ada Nenas Bertunas 8 di Cikolek

Nenas bertunas 8=

Inilah nenas bertunas 8 di desa Rawa Mangun, kecamatan Cikolek Selatan, Bintan.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Berbagai kejadian fenomena alam sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau magis. Berbagai kejadian di tanah air belakangan ini, terkait fenomena-fenomena alam yang tak lazim mencuatkan persepsi bahwa kiamat sudah dekat. Seperti pisang bertandan lebih dari satu, awan yang berbentuk orang sedang berdoa, yang sempat heboh dan dikaitkan dengan meninggalnya ustad Jefri Albuqori, sapi berkepala dua, dan sebagainya.

Berbagai kejadian alam itu, jika ditilik dari segi religius, sebenarnya lebih mengajak manusia untuk berbuat kebajikan dan mengakui betapa yang maha pencipta memiliki kemampuan untuk menjadikan sesuatu itu mungkin. Walau dari akal pikiran manusia itu terasa naif. Dengan demikian, manusia harus lebih taat dan takut akan sang Pencipta, tidak semena-mena dengan perlakuan buruk terhadap bumi maupun mahkluk ciptaan lainnya.

Fenomena alam yang unik ini, sepertinya juga terjadi di desa Rawa Mangun, batu 17 arah Uban, Cingkolek Selatan. Dikebun salah seorang warga desa tersebut, terdapat  satu batang nenas yang tunas buahnya lain dari yang lain. nenas yang diberi nama nenas Bogor tersebut tumbuh normal seperti pokok nenas lainnya. Namun pada pangkal tunas buah, terdapat 8 tunas, diantara 8 tunas tersebut muncul buah nenas dengan ukuran lumayan besar. Dan dipucuk  buah nenas muncul lagi tunas dengan jumlah yang sama pada pangkalnya.

Rudi Effendi, yang mengaku sebagai penjaga kebun, mengatakan kepada Radar Kepri, Selasa (16/7), hal tersebut tidak pernah terjadi pada nenas-nenas sebelumnya. Semua nenas yang ditanam disekitar rumah tumbuh dengan normal, tunas buah hanya ada satu. Setelah menjadi buah, tunas dipucuk juga tetap ada satu.

“Saya merasa heran, kenapa nenas yang satu ini agak lain dari nenas biasanya. Tunasnya ada delapan, dan diujung buahnya juga tumbuh tunas sebanyak 8 buah. Jadi kalau ditotal jumlah tunas seluruhnya ada 16. Coba lihat ini, tunasnya satu, dipucuknya juga satu tidak ada yang lain,” bebernya sembari memperlihatkan nenas lainnya yang bertunas tunggal.

Pengakuan lelaki yang bekerja sebagai Satpol PP Provinsi tersebut, dia tidak begitu memperhatikan pertumbuhan pokok nenas yang memiliki tunas 8 tersebut secara spesifik. Pria ini baru menyadari nenasnya mengalami keganjilan setelah buah nenas membesar, dan 8 tunas disekeliling buah ikut tumbuh besar.

“Selama ini tidak saya perhatikan. Begitu buahnya membesar, saya heran kenapa banyak tunas lain disekitar buahnya. Lama-lama, saya lihat tunas-tunas tersebut ikut membesar juga. Mudah-mudahan tunas-tunas itu kelak menjadi buah juga. Jadi 1 pokok nenas bisa menghasilkan 8 buah nenas,” harapnya.

Rudi juga berharap, pokok nenasnya yang bertunas delapan bisa menjadi fenomena alam yang mendatangkan banyak berkat dan menandakan sesuatu kejadian. Tentunya kejadian yang berbau positif yang membawa kebajikan untuk dirinya, keluarganya, maupun orang-orang disekitarnya.

Helen, salah seorang rekan usaha kebun yang dijaga pegawai Satpol PP itu, membenarkan adanya pokok nenas yang bertunas delapan tersebut baru kali ini terjadi. Baginya, pohon nenas yang tumbuh di kebun tersebut, salah satu nenas teraneh yang pernah dilihatnya.

“Saya tidak pernah melihat satu pohon nenas bisa menghasilkan buah lebih dari satu. Begitu juga dengan tunasnya, satu tunas untuk satu buah. Tetapi ini satu pohon untuk 8 tunas, ditambah lagi diujung buah ada 8 tunas tambahan. Artinya 1 buah memiliki 16 tunas, unik tetapi nyata,” ujarnya.

Rasa nenas lainnya selain nenas yang memiliki tunas 8 tersebut, cukup manis dan lembut. Untuk sementara waktu, mereka membiarkan nenas yang memiliki tunas lebih dari satu tersebut tumbuh dan berkembang. “Kami akan biarkan dulu nenas yang satu ini, sejauh apa perkembangannya. Apakah nanti dari kedelapan tunas yang ada disekeliling buahnya ikut menjadi buah atau tidak,” ujar Helen.(lanni)

Ditulis Oleh Pada Kam 18 Jul 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek