| | 247 kali dibaca

Ada Mafia di Perusda Natuna

Suasana hearing DPRD Natuna dengan jajaran Perusda.

Natuna, Radar Kepri-Terungkap pungutan restribusi  yang dilakukan Perusda Natuna tidak semua  yang  dinaikkan, pihak perusda hanya menaikan lapak ikan saja, itupun tidak sampai Rp. 300 sampai 500 seperti yang di sebut sebut itu. untuk lapak kios sayuran  dan meja dangiang tidak ada dinaikan masih tetap seperti tahun tahun sebelumnya.”Jelas Ilham Kauli.

Hal itu disampaikan oleh PLT Dirut Perusda Natuna  ini dihadapan peserta rapat  DPRD   Natuna Jumat,(12/05) saat hearing dengan dewan Komisi III diruang panggar DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso Batu hitam Ranai, pada pukul 09.30 WIB. hari tadi.

Masih Ilham, terkait kwitansi, kata Ilham, “itu tidak benar kalau pedagang bilang pungutan perusda tidak dibaringi kwitansi.
Tetapi memang mungkin ada sebagian yang tidak diberi kwitansi. Ya itu tadi, dengan ada oknum oknum yang bermain terkait sewa lapak itu.”Tambah Ilham.

Namun ilham mengaku pungutan restribusi yang dipungut itu, banyak dipinjam oleh kariawan perusda, karena mereka sudah 11 bulan bekerja tanpa di gaji. Namun, Saya sampai saat ini belum ada meminjam sepersenpun uang itu.”Terangnya.

Meskipun Wakil Ketua Komisi III DPRD natuna Harken, mendesak mintak pihak pemerintah dan perusda untuk menjelaskan kemana, dan berapa uang hasil pungutan  restribusi sewa lapak itu yang terkumpul, dan kalau terpakai siapa orang yang memakai uang itu. Ilham tidak dapat menjelaskannya.

Namun Ilham berjanji akan menurunkan kembali sewa lapak sebesar Rp.180.000,- per bulan.

Sementara Hendri alias Jek, anggota komisi III menegaskan, Kalau pemda tidak mampu dalam mengelola perusda ini,  sebaiknya dibubarkan saja perusda ini. Sebab salah satu tujuan di bentuknya perusda ini guna membantu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Natuna.

Nah, sedangkan perusda natuna dari tahun ke tahun hanya dapat berjalan kalau ada kucuran dana dari pemda. Kalau tidak ada, ini sekarang untuk mengaji kariawannya saja tidak bisa, sehingga mata corongnya hanya menaikkan restribusi pedagang pasar sehingga juga membuat pedagang mengeluh. Jadi menurut saya kalau keberadaan perusda hanya untuk menyusahkan pemda saja, lebih baik di bubarkan saja.”Tegas Hendri.

Dikesempatan yang sama Kabag Ekonomi, Kabupaten Natuna Khaidir, SE. Berjanji akan tetap melanjutkan perusda kedepan,”Tolong beri saya kesempatan untuk melanjutkan perusda ini kedepan, insya’Allah tanpa bantuan pemerintah saya akan coba jalankan perusda ini kedepan. Saya akan coba cari orang yang mampu untuk menjalankannya.”Harap Khaidir.

Sementara Harken, mengatakan,”Perlu saya sampaikan bukannya mau menyalahkan siapa siapa pada pertemuan ini, kami DPRD hanya mau memperjelas terkait ketidak jelassanya uang  pungutan tersebut, kalau memang ada masalah mari kita cari solusinya harus bagaimana jalan keluarnya, hanya kami mengingatkan kepada pihak perusda jangan sampai mengambil kebijakan secara sepihak saja yang tidak sesuai dengan peraturan darah Perda no 8 terkait ketentuan pungutan restribusi tersebut, “Tegas Harken.

Pertemuan antara Perusda, Pemda Natuna dan DPRD itu berlangsung alot penuh perdebatan dan pertanyaan. Sampai pukul 11.00 Wib media ini meninggalkan ruang rapat, rapat masih berlangsung. (herman)

Ditulis Oleh Pada Sab 13 Mei 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek