' '
| | 1.647 kali dibaca

Ada KKN Dalam Penerimaan Murid Baru Jalur Khusus Ala Disdik Tanjungpinang

SMPN 03 yang diduga melakukan KKN dalam penerimaan siswa baru melalui jalur khusus.

SMPN 03 yang diduga melakukan KKN dalam penerimaan siswa baru melalui jalur khusus.

Tanjungpinang, Radar Kepri-M Nasir (45) warga Srimulyo RT 005/ RW 02 Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat kota Tanjungpinang, tidak bisa menahan emosinya. Pasalnya, anaknya berinisial SR, lulusa Sekolah Dasar/Madrasyah berniat melanjutkan ke Sekolah Menegah Pertama Negeri 03 tidak diterima tanpa alasan yang jelas. Sementara, persyaratan untuk masuk jalur khusus seperti yang dianjurkan pemerintah sudah dilengkapi.

Hal ini diungkapkan M Nasir ketika dijumpai Radar Kepri di kediamanya Selasa (15/07) mengatakan.”Saya sportif dan minta transparasi, tidak masalah bagi saya jika anak saya tidak bisa masuk ke sekolah SMP 03. Namun beri alasan yang tepat kepada saya.”Kata Nasir dengan nada tinggi.

Kemudian, lanjut Nasir.”Sementara pemerintah menganjurkan wajib belajar 9 tahun, nyatanya SMP 03 Tanjungpinang menolak siswa masuk dengan jalurkhusus. Kurang apa lagi persyaratan, Surat keterangan tidak mampu, pengantar dari lurah serta Kartu Jamkesmas, semua saya urus.”Paparnya.

M Nasir menambahkan.”Saya didampingi pak RW 002, sudah mencoba mendatangi sekolah tersebut untuk menanyakan apa alasan anak saya tidak bisa masuk ke sekolah itu, sementara  Nilai kelulusanya, 16, 55. Bahkan kawan anak saya dengan NEM 10 diterima.”terangnya.

 Informasi yang diterima M Nasir, anak yang bernilai 10 itu titipan anggota dewan terpilih.”Tapi saya tidak tahu siapa anggota dewan tersebut.”Ungkap Nasir. Bukan anaknya saja yang tak diterima tanpa alas an.”Ada juga kawan anak saya, juara satu disekolahnya. Namun juga tidak diterima mengikuti jalur khusus tersebut. Siswa yang diterima hanya 3 orang saja, yakni HL warga Hutan Lindung, H, warga Jl Metador dan F warga Jl Darusalam Kampung baru. Sementara jarak Rumah saya dengan sekolahan hanya sekitar 100 meter saja.”Ucapnya kesal. Kemudian.” Saya akan berkoordianasi dengan beberapa orang wali murid disini besok. Kami akan mendatangi dinas untuk bertanya, apa yang sebenarnya yang terjadi di SMP N03 itu. Biasanya tidak seperti ini.”jelasnya.

Ditambahkan Nasir.”Sejak kepala sekolahnya dijabat Drs Suryani itu semua wali murid yang ada disekitar SMP N 03 ini banyak masalah yang terjadi.”Ucap Nasir.

Terkait kisruh penerimaan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik Bud) kota Tanjungpinang Dadang AG, ketika dikonfirmasi Radar Kepri dikantornya Jl Soekarno Hata, Selasa (15/07) terkesan enggan menerima wartawan untuk konfirmasi dan klarifikasi, Dadang menyarankan awak media ini kepada Sekretasnya, sementara Sekretarisnya, Erlison, mengaku.”Masalah itu pak, saya tidak mengerti. Tunggu, Kabid Pendidikan menengah, biar dia yang menjelaskan.”Katanya.

Anehnya, Kabid Pendidikan Menengah Disdik Bud Tanjungpinang, Sumantri, mengaku.”Masalah seperti itu kami belum mengetahuinya.”Kata Sumantri.

 Informasi yang diperoleh media ini, diduga akibatnya banyak oknum wartawan abal-abal dan tak jelas medianya. Datang ke kantor Dadang Cuma Nanya- Nanya (CNN) dan Ujung-Ujungnya Duit (UUD) membuat Dadang ekstra hati-hari menerim insan pers.”Tidak semua wartawan yang dia terima. Kecauali seorang wartawan Tabloid mingguan yang beranisial J.”sebut sumber media ini.

Diduga oknum wartawan berinisial J ini memiliki data tentang dugaan “borok” Dadang AG sehingga hanya oknum wartawan ini saja yang diterima langsung oleh Kadisdik Kota Tanjungpinang ini.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 15 Jul 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

2 Comments for “Ada KKN Dalam Penerimaan Murid Baru Jalur Khusus Ala Disdik Tanjungpinang”

  1. Bona Nababan

    Pak dadang oh pak dadang, kesulitan untuk masuk sekolah akan datang menghadang, apakah kita akan menunggu orang membawa pedang, selesaikanlah masalah ini untuk masa mendatang

  2. Saya setuju sistem pendidikan harus transparan. Orang tua murid harus kompak memberantas oknum-oknum yg cari duit untuk kekayaan pribadi.

    Percuma lapor sana lapor sini, gak pernah ada hasil. Sebaiknya memang harus dihadapi sendiri, kita sebagai ortu harus berhimpun dan bergerak sendiri membasmi para duejana seperti ini…

Komentar Anda