' '
| | 1.734 kali dibaca

Ada Caleg Menambang Bauksit Secara Ilegal di Senggarang

Aktifitas tambang bauksit di Tanjung Lanjut, Senggarang

Aktifitas tambang bauksit di Tanjung Lanjut, Senggarang, Tanjungpinang, Kamis (15/11). (foto by aliasar,radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Aktifitas tambang bauksit berkedok cut and fill dalam kota Tanjungpinang masih terus berlangsung. Nama beberapa orang calon legislative mencuat dibalik tambang illegal ini. Seperti aktifitas tambang bauksit di Senggarang yang diduga dibeking Td, oknum caleg dari Dapil Tanjungpinang untuk tingkat provinsi.

Terungkapnya indikasi penambangan bauksit illegal dengan beking oknum caleg ini bermula pada Jum’at siang (15/11) sekitar pukul 15 00 Wib. Awak media ini mendapat informasi di daerah Senggarang, kecamatan kota Tanjungpinang saat ini terjadi “perampokan” hasil bumi.”Tambang bauksit masih terjadi di Tanjung Lanjut, Sei Carang dan Sei Timun. Serta di lokasi lain yang tak jauh dari lokasi tersebut.”sebut sumber media ini.

Setelah Radar Kepri mendapat laporan dari seorang lelaki paruh baya yang enggan nama dipublikasikan itu. Media ini kemudian turun ke lokasi yang disebut.”Ada tiga perusahaan yang beraktifitas di daerah Senggarang. Ketiga perusahaan itu yakni, PT Bintan Cahaya Abadi (BCA), kabarnya milik Td seorang calon legislatif daerah pemilihan (dapil) Kota Tanjungpinang untuk DPRD Provinsi Kepri. Dilapangan, caleg ini mempercayakan pada Edi Purwanto.”beber sumber yang pernah bekerja disalah satu perusahaan tambang tersebut.

Kemudian, sumber menjelaskan.”Ada juga PT Alam Indah Purnama Panjang ( PT AIPP) milik pengusaha terkenal di Kepri, Simin dan Awi. Serta PT Kereta Kencana, milik Robet.” kata lelaki paruh baya itu.

Sumber yang sama melanjutkan.”Di antara ketiga perusahaan tersebut, yang memiliki kuota ekspor hanya PT (BCA), sementara PT AIPP dengan PT Kereta Kencana tidak memiliki kuota ekspor. Kedua PT tersebut, mengekspor bauksit, melalui PT BCA.”Bebernya.

Aktifitas loading biji bauksit di pelabuhan yang berada dibawah jembatan Gugus Engku Hamidah.

Aktifitas loading biji bauksit di pelabuhan yang berada dibawah jembatan Gugus Engku Hamidah, Kamis (15/11). (foto by aliasar,radarkepri.com).

Kemudian kata sumber itu.”Sementara, PT Kereta Kencana dengan PT (AIPP) diduga berperan sebagai penadah dari penambang liar yang mengeruk perut bumi dengan alasan pematangan lahan.”ceritanya lagi.

Pantauan Radar Kepri dilapangan, di lokasi bekas pengerukan tersebut terlihat seperti kolam dan kubangan. Selain itu, sebagian jalan umum di daerah tersebut yang dibangun dengan uang rakyat itu sudah banyak yang rusak parah, berlubang. Jalan aspal beton berubah warna menjadi kuning kemerah-merahan, akibat dilintasi para mobil damtruck bermuatan biji bauksit. Ketika hujan turun menimbulkan becek, jika musim panas menimbulkan debu, sehingga meresahkan pengguna jalan lainya.

Awak media ini melanjutkan perjalanan ke jembatan Gugus Engku Hamidah, Jalan Daeng Celak kilometer 8 sekitar 300 meter dari RSUP. Di bawah jembatan tersebut terlihat dua buah tongkang bersandar yang sedang mengisi muatan berupa biji bauksit. Di atas tongkang terlihat satu unit eksavator serta puluhan damtruck membawa biji bauksit hilir-mudik membawa muatan. Di duga bauksit ini dibawa dari Kampung Wonosari kilometer 13 Jl Adi Sucipto, arah Kijang.

Terkait dengan tudingan miring terhadap ketiga perusahaan tambang yang beroperasi di Senggarang tersebut. Hingga berita ini diunggah, ketiga pihak tersebut belum berhasil dijumpai media ini konfirmasi dan klarifikasi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Jum 15 Nov 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Ada Caleg Menambang Bauksit Secara Ilegal di Senggarang”

  1. bambang sdm

    wartawan tak dapat jatah sebook····coba dapat senyaap

Komentar Anda

Radar Kepri Indek