' '
| | 1.027 kali dibaca

6 Gigi Yani Rontok di Hajar PNS Pemkab Bintan

Korban penganiyaab PNS

Bambang (kepala plontos) PNS Pemkab Bintan yang menganiaya Yani *baju kuning) sehingga 6 gigi korban rontok.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Diduga cemburu, Bambang S, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Bintan menghajar Yani (32), selingkuhannya. Akibat aksi brutal PNS yang berdinas di Dinas Pertanian Kehutanan Bintan ini, 6 buah gigi Yani rontok, kaki kanan korban juga luka parah hingga mendapat jahitan sebanyak 15 jahitan.

Informasi yang dihimpun media ini, aksi sadis Bambang terjadi di Café Selo di kawasan pujasera Bintan Plaza Tanjungpinang.”Korban dan pelaku sudah 7 bulan menjalin hubungan.”sebut sumber media ini.

Selama berpacaran, Yani, janda beranak 3 ini diberi modal usaha untuk membuka café yang menjual bir dan minuman ber-alkohol lainya.”Sekitar pukul 22 30 Wib tadi, Bambang datang ke café dan langsung bertengkar. Korban dihajar hingga babak belur, tangan kanan dan kiri luka robek. 6 buah gigi Yani juga rontok dihajar Bambang.”jelas sumber. Kemudian jari manis dan kelingkin tangan kiri korban patah dan mengalami luka robek sehingga harus mendapat jahitan sebanyak 5 jahitan.

Sumber yang sama menambahkan, penganiyaan yang dilakukan Bambang bukan hanya sekali ini terjadi.”Tadi malam korban dijemput, ditengah jalan, di seputaran batu 7 korban dilempar dari mobil ke jalanan. Sehingg luka-luka.”tambah sumber.

Infromasi lain menyebutkan, korban berencana menikah dengan kekasihnya yang juga bernama Bambang dua bulan lagi. Hal ini-lah yang memicu api cemuburu Bambang si PNS Pemkab Bintan ini.

Hingga, Kamis (03/01) pukul 01 00 Win Yani telah selesai menjalani visum dan sedang menjalani di ruang pemeriksaan di Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Mapolresta Tanjungpinang. Mengenakan baju kaus kuning dengan lengan kanan masih terbalut perban. Yani memberikan keterangan pada penyidik Satreskrim Polresta Tanjungpinang.(asr/fan)

Ditulis Oleh Pada Kam 03 Okt 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda