' '
| | 1.045 kali dibaca

Cabuli ABG, Azhar Disidangkan

M Azhar saat disidangkan di PN Tanjungpinang.

M Azhar saat disidangkan di PN Tanjungpinang.

Tanjungpinang,Radar Kepri-Muhammad Azhar (28) yang tinggal di KM.10 pada hari Kamis 24 september 2015 sekitar jam 21.00 Wib mencabuli seorang anak dibawah umur berinisial (PA) ditanah lapang jalan Ganet kota Tanjungpinang. Awalnya terdakwa menghubungi (PA) melalui handphone untuk menemani terdakwah belanja dan dijemput di Pelantar II lalu keduanya pergi keramayana namun setiba diparkiran Mal Ramayana ATM terdakwah tinggal dirumah.Lalu (PA) meminta diantar pulang dan terdakwa tidak mau dan mengajaknya kembali mengambil ATM. Karena terus diajak (PA) akhirnya menuruti terdakwah dan diajak ke Jl.Ganet untuk mengbrol,tiba-tiba terdakwa menghentikan motornya ditanah kosong dan mencoba mendekati bibirnya untuk mencium PA. Dan PA memukul terdakwa dan berkata”Jangan kayak gini lah,jangan kurang ajar,aku udah baik sama ko,udah mau nemenin ko belanja rupanya ko kayak gini sama aku,”ucap PA kepada terdakwa. Karrna terus dirayu oleh terdakwa ,dan PA tetap menolak, akhirnya terdakwa melakukannya dengan paksa. Mau tidak mau PA pasrah. Hal biadabpun dilakukan oleh terdakwa di sebuah motor miliknya. Setelah hal biadab tersebut dilakukan oleh terdakwa,kemudian PA meminta untuk di antar pulang.lalu terdakwapun langsung Memberikan uang senilai Rp 400.000 dan mengantarnya pulang. Hal tersebut pun terungkap dipersidangan dalam agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum. Hal ini terungkap dalam surat dakwaan JPU, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 81 ayat (2) UU yang sama.(akok).

Ditulis Oleh Pada Sel 15 Mar 2016. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek