'
| | 801 kali dibaca

20 Hektar Kebun Milik Almarhum DJ Zakaria Ludes Dilahap Api

Seorang pelajar SMP sedang memadamkan api dengan menggunakan baliho caleg di Lome, Kecamatan Toapaya, kabupaten Bintan.

Seorang pelajar SMP sedang memadamkan api dengan menggunakan baliho caleg di Lome, Kecamatan Toapaya, kabupaten Bintan.

Bintan, Radar Kepri-Mesjid Al Ikhwan yang bersebelahan dengan Sekolah Dasar (SD) Negeri 006 RT7 RW8 Toapaya, Jalan Tanjunguban Kilometer 44 Lome di RT7 RW8 Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan nyaris dilahap api, Selasa (11/03). Api diduga berasal dari bara yang di terbangkan angin dari puluhan hektar hutan yang terbakar di lokasi yang tak jauh dari Mesjid dan SDN 006 tersebut.

Selain menghanguskan hutan di Lome, si jago merah juga melalap kebun milik Siti Mariani, istri almarhum Dj Zakaria (alm), mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan di Jl Berdikari RT 01 RW 01 Kangboy.

Ketika dijumpai awak media ini di lokasi kebakaran, Siti Mariani yang juga calon legislatif dari PDI-P Dapil 2 Bintan itu, mangatakan.”Kebun saya sekitar 20 hetar itu hangus terbakar padahal banyak tanaman buah-buahan di dalamnya.”Katanya sambil terisak-isak menagis.

Jumali (70), warga setempat di konfirmasi Radar Kepri di lokasi kebakaran yang sedang mematikan api dengan alat seadanya, mengatakan.”Sebenarnya kebakaran ini sudah sekitar tiga hari yang lalu, tapi api ini, hidup mati-hidup.”Katanya.

Kemudian lanjut Jumali.”Kebakaran tersebut akibat angin yang membawa api dari hutan sebelah yang terbakar, sehingga membakar pohon dan lalang yang sudah kering sebelah Masjid dan SD 006 ini.”terangnya Jumali yang sedang menyiram api sekitar 10 meter dari jarak rumahnya.

Hal senada diungkapkan Paijo (70) dilokasi yang sama kepada Radar Kepri.”Selama tiga hari hutan ini terbakar, tidak ada satu-pun petugas kebakaran yang datang kelokasi kebakaran ini. Mungkin, rumah milik Kartak yang berada didalam itu sudah terbakar. Karena jika kita lihat api membesar di daerah rumah Kartak. Mudah-mudahan saja rumah tersebut tidak apa-apa.”Ucap Paijo.

Masih Paijo.”Kami takut saja kalau apinya merembet dan membakar mesjid, jika mesjid terbakar, pasti sekolahan ini juga ikut terbakar. Seharusnya pihak pemadam kebakaran datang melihat kondisi api dekat daerah mesjid dan sekolah ini. Namun hingga saat ini tidak satu-pun mobil Pemadam kebakaran (Damkar) yang datang.”Kesalnya.

Kepala UPT Kecamatan Topaya, Nurwendi dikonfirmasi awak media ini dilokasi kebakaran mengatakan,”Untuk mengatasi kebakaran pada musim kemarau ini dengan hanya cuma satu unit mobil Damkar yang kita miliki. Sementara untuk hari ini saja, ada 3 tempat sekaligus yang terbakar. Kita bingung, yang mana satu yang harus kita dahulukan.”Katanya.

Kemudian lanjut Nurwendi.”Coba bapak bayangkan, untuk kabupaten Bintan ini hanya ada 2 unit Damkar yang bisa di pakai.Yang satu unit, sudah sekitar 7 bulan dibengkel Abun. Namun hingga saat ini, belum juga siap, kita tidak tahu kenapa mobil itu, tidak siap-siap di perbaiki.”Jelasnya.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bintan, Edi Yusri, hinga berita ini di unggah belum berhasil di konfirmasi, menurut salah seorang pegawai yang ada dikantornya, mengatakan.”Bapak lagi makan angin bang, di Jakarta.”Katanya sambil bercanda.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 11 Mar 2014. Kategory Bintan, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek